LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Alumni UIN Syarif Hidayatullah tolak pencapresan Prabowo

"Prabowo Subianto selaku komandan yang harus bertanggung jawab atas kasus penghilangan secara paksa 13 aktivis."

2014-06-26 18:39:28
Prabowo-Hatta
Advertisement

Puluhan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah mendeklarasikan gerakan 'Ciputat Menolak Orde Baru (Orba)'. Mereka menolak calon presiden Prabowo Subianto yang merupakan anak kandung Orba yang juga diduga terlibat dalam berbagai kasus pelanggaran HAM berat.

Koordinator deklarasi, Ridwan Darmawan, mengatakan, deklarasi yang dicanangkan oleh sekelompok aktivis dari basis kampus Islam di Jakarta ini dilakukan guna mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak pernah melupakan bagaimana kekerasan dan kekejaman di masa pemerintahan Orde Baru.

Dia menjelaskan, salah satu kontestan pada pilpres saat ini, diikuti oleh salah satu anak kandung Orde Baru yaitu Letjen (Purn) Prabowo Subianto, mantan Danjen Kopasus dan Pangkostrad.

"Prabowo Subianto selaku komandan yang harus bertanggung jawab atas kasus penghilangan secara paksa 13 aktivis 97-98 lalu. Selain itu Prabowo juga merupakan mantu dari Mantan presiden RI, Soeharto, dan ia berencana akan memberikan gelar pahlawan nasional terhadap Soeharto," kata Ridwan Darmawan dalam konferensi pers di Kantor KontraS, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (26/6).

Di tempat yang sama, aktivis 98 lainnya, Miksil Mina Munir, mengatakan pemerintahan rezim Orde Baru merupakan pemerintahan yang penuh dengan tiran.

"Mulai dari pemberantasan media, kasus pembunuhan wartawan Jogja, Udin Bernas, kemudian kasus Marsinah, Munir, dan kekerasan dan penghilangan aktivis lainnya, merupakan pola tirani yang kerap dilakukan oleh rezim orde baru," ucapnya.

Dia menambahkan, tirani Orde Baru itu berpotensi kembali muncul ketika Indonesia dipimpin oleh Prabowo Subianto. Ia menegaskan, fakta pemecatan terhadap Prabowo Subianto yang belakangan muncul merupakan salah satu fakta bahwa calon presiden nomor urut 1 itu memiliki sejarah kelam dalam perkembangan demokrasi di Indonesia.

"Oleh karena itu kita hanya berharap, Indonesia ke depan tidak dipimpin oleh anak kandung Orde Baru, yakni Prabowo Subianto," ucapnya menegaskan.

Deklarasi gerakan Ciputat Orde Baru itu dicanangkan oleh puluhan aktivis UIN dari berbagai angkatan, di antaranya, M. Shodri, Azwar Furqutyama, Ray Rangkuti, Dani Setiawan, Ali Nursahid, Bahtar Piliang, Andi Syafrani, Syamsul Munir, Sidik Anshory, dan, Paski Hidayat.

M Sodri menambahkan, munculnya Prabowo sebagai capres paska reformasi menimbulkan trauma tersendiri karena bagian dari yang terlibat langsung dalam rezim Orde Baru yang banyak melakukan pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM.

Berita terbaru Prabowo Subianto selengkapnya di Liputan6.com

Baca juga:
Hasil survei LSI, Jokowi masih ungguli Prabowo
Aksi pedangdut hibur para relawan Jokowi di Senayan
Elektabilitas Prabowo terus naik, PDIP tetap yakin Jokowi menang
Jokowi hadiri Apel Satgas Relawan Anti Pilpres Curang di Senayan
Relawan Jokowi-JK gelar 'Rock The Vote' buat gaet pemilih pemula

Advertisement
(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.