Alumni ITB di tengah pusaran polemik reklamasi Teluk Jakarta
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan berulang kali menegaskan keterlibatan alumni ITB dalam kajian proyek reklamasi. Dia sempat menyebut nama alumni ITB yang ikut melakukan kajian. Belakangan, perwakilan alumni ITB justru membantah ikut memberi kajian tentang reklamasi Teluk Jakarta.
Civitas akademi Institut Teknologi Bandung (ITB) ikut terseret-seret dalam pusaran polemik berlanjutnya proyek reklamasi Teluk Jakarta. Dalam pelbagai kesempatan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan berulang kali menegaskan keterlibatan alumni ITB dalam kajian proyek reklamasi.
Memang tidak hanya dari ITB, disebut pula ahli dari Bappenas dan negara lain. Ada Jepang, Korea, bahkan hingga ahli dari Belanda. Kajian itu yang dijadikan alasan oleh Luhut melanjutkan proyek reklamasi. Berlanjutnya proyek ini sesuai dengan surat pemberitahuan bernomor S-78-001/02/Menko/Maritim/X/2017 yang ditandatangani Menko Luhut.
Luhut sempat menyebut nama alumni ITB yang ikut melakukan kajian reklamasi Teluk Jakarta. "Ini ketuanya Pak Ridwan, Ketua Alumni ITB, yang membuat kajian itu," jelas Luhut di Medan, Jumat (6/10).
Di lain kesempatan, Luhut kembali menegaskan keterlibatan ahli ITB dalam kajian reklamasi. "Kajian teknis ini dilakukan bersama seluruh pihak yang terlibat seperti PLN, Pertamina, Bappenas, para ahli dari ITB, Belanda, Jepang, Korea Selatan dan seluruh kementerian terkait," jelasnya, Sabtu (7/10).
Dengan berpegang pada hasil kajian itu, Luhut tak mau ambil pusing meski banyak pihak mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk menghentikan proyek reklamasi. Apalagi itu merupakan janji kampanye mereka.
Belakangan muncul orang yang juga mengatasnamakan Alumni ITB. Dia mengaku sebagai anggota ikatan Alumni ITB. Namanya Muslim Armas. Dia justru membantah bahwa alumni ITB memberi kajian tentang reklamasi Teluk Jakarta. Menurut pengakuannya, tak ada satupun alumni ITB yang memberi kajian dukungan pengerukan laut tersebut.
Sebagai alumni ITB, dia menolak keras pernyataan Luhut Pandjaitan. Sebab, terkesan adanya dukungan Alumni ITB dalam kajian yang berujung pencabutan moratorium reklamasi Teluk Jakarta.
"Ikatan alumni ITB tidak mengeluarkan apapun terkait reklamasi Teluk Jakarta. Kami alumni ITB menolak keras pernyataan Pak Luhut," jelasnya di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/10).
Muslim mengaku tidak mengetahui sosok alumni ITB yang dimaksud Luhut. Apalagi kajiannya disebut-sebut mendukung reklamasi. Menurutnya, itu tidak benar. Dia mengaku sudah menelusuri dan menanyakan di internal alumni ITB sosok yang mendukung kajian itu. Tapi hasilnya nihil.
"Jadi silakan tanya ke Pak Luhut informasi itu dari mana. Justru kita ingin tahu kajian alumni ITB mana yang dipegang oleh pemerintah," ucapnya.
Karena itu dia mendesak Presiden Joko Widodo membatalkan kelanjutan proyek reklamasi Teluk Jakarta.
"Untuk menentukan nasib pulau-pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta yang sudah terlanjur dibangun, perlu dikaji secara mendalam agar tidak merugikan kepentingan rakyat banyak, dan berdampak terhadap lingkungan dengan memperhatikan sepenuhnya amanat konstitusi UUD 1945," tutup Muslim.
Baca juga:
Menko Luhut tegaskan proyek reklamasi tetap jalan
Alumni ITB bantah buat kajian tentang reklamasi Teluk Jakarta
Alumni ITB ungkap ancaman bencana besar reklamasi di Jakarta
Anies-Sandi akan diskusikan reklamasi kembali jika tak langgar aturan
Soal reklamasi, Anies akui bertemu Tomy Winata & anak Aguan di rumah Prabowo