LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Alquran bersampul kulit hewan ini saksi bisu syiar Islam di Magelang

Tidak sembarang orang boleh memegang Alquran itu, karena khawatir rusak.

2016-06-28 15:30:53
Sejarah Islam
Advertisement

Jejak peninggalan penyebaran Islam dari Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta ke Kabupaten Magelang ditemukan di Masjid Mujahidin. Lokasinya berada di Dusun Sabrangkali, Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Jejak peninggalan sejarah itu dibuktikan dengan adanya sebuah Alquran diduga sudah berusia ratusan tahun di masjid itu.

Uniknya, sampul Alquran itu berbahan dasar kulit hewan. Sampai-sampai buat menjaga kondisi Alquran kuno itu, pengurus takmir masjid sengaja membungkusnya dengan plastik. Kemudian, plastik itu dilapisi dengan kain putih biasa disebut kain mori.

"Tidak setiap orang boleh membukanya. Khawatir akan merusak bahan kertas yang sudah mulai lapuk," kata Imam Masjid Mujahidin, Kyai Khabib Rochim, kepada merdeka.com Selasa (28/6).

Kyai Khabib yang jebolan Pondok Pesantren (Ponpes) API Tegalrejo dan Ponpes API Nailul Muna, Magelang, menyatakan Alquran kuno ini dibuat dari kertas lama yang disebut sebagai 'dluwang'.

"Kertas dluwang ini tidak seperti kertas sekarang. Kertasnya lebih tebal dan masih berwana kecoklat-coklatan, dan ukuran dan tebalnya melebihi kertas sekarang ini," terangnya.

Menurut Kyai Khabib, keistimewaan lain Alquran ini adalah hurufnya ditulis dengan menggunakan tangan.

"Tintanya pun dengan tinta mangsi yang terbuat dari salah satu biji pohon untuk menulis ayatnya. Mungkin karena pada zaman dulu belum ada percetakan, sehingga para kyai dan ulama membuatnya dengan cara menuliskan tangan secara langsung," terang Kyai Khabib.

Sampai saat ini, usia pasti Alquran kuno itu belum diketahui secara pasti. Meski demikian, pengurus takmir masjid memperkirakan usianya sudah mencapai ratusan tahun.

"Kami yakin umurnya sudah ratusan tahun. Karena berdasarkan pada silsilah keluarga kyai yang pernah menggunakan dan merawatnya, sudah mencapai lima generasi keluarga tersebut," paparnya.

Kyai Khabib Rochim menambahkan, Alquran ini pada masa lalu digunakan oleh Kyai Gerpule buat menyebarkan Islam di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulonprogo.

"Sang kyai berdakwah dari desa ke desa untuk mengajarkan Alquran kepada masyarakat. Kyai Gerpule kemudian menetap dan mengajarkan ajaran Islam di Dusun Sabrangkali," bebernya.

Dakwah Kyai Gerpule, kemudian dilanjutkan oleh putranya bernama Kyai Yakub kemudian berlanjut ke cucunya Kyai Zaet, Kyai Safuan, dan kini dakwah dilakukan oleh Kyai Khabib Rochim merupakan pengurus takmir Masjid Mujahidin.

Advertisement

Baca juga:
Jejak kemesraan Islam dan Kristen di Benteng Krak des Chevaliers
Masjid Al Ma'moer, harapan dan doa para pedagang batik Laweyan
Presiden Jokowi bagi-bagi amplop dan sembako untuk warga Bogor
Keakraban Bashar al-Assad buka bersama pasukan setianya
Inilah alasan Tiara Dewi tergugah berbagi dengan anak yatim
5 Hal yang perlu dilakukan ibu soleha agar doa dikabulkan Allah

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.