Allah SWT siapkan kursi pribadi di neraka bagi pembawa kabar hoax
Rasulullah memberi peringatan kepada umatnya untuk berhati-hati dan menjauhi dusta.
Ramadan merupakan bulan suci. Di mana pada bulan ini hendaknya menjauhi perbuatan-perbuatan tercela yang dapat mengotori pahala puasa.
Salah satu perbuatan yang wajib dijauhi saat puasa ialah berkata dusta atau bohong. Yang dimaksud dengan dusta ialah memberikan kabar yang tidak sesuai dengan realita. Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin dalam buku Majelis Bulan Ramadhan karangan, perbuatan dusta yang paling besar adalah dusta atas nama Allah dan RasulNya.
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta: 'Ini halal dan ini haram,' untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit, dan bagi mereka adzab yang pedih." (QS. An-Nahl: 116-117).
Rasulullah SAW juga mengatakan, bahwa siapa saja yang sengaja berdusta membawa namanya maka orang tersebut mempersiapkan tempat duduknya sendiri di neraka. Dengan begitu, Rasulullah memberi peringatan kepada umatnya untuk berhati-hati dan menjauhi dusta.
"Berhati-hatilah kalian dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu mengarah kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan itu mengarah kepada neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan membiasakannya sehingga ia tercatat di sisi Allah sebagai pendusta," kata Rasulullah.
Baca juga:
Hindari hal-hal bisa lalai kepada Allah SWT, termasuk alat musik
Jangan main permainan ini saat menunggu buka puasa
Jokowi: Jangan terjebak saling fitnah, hujat & membuat berita bohong
Cak Imin ajak pendukung dan pengkritik pemerintah santun di medsos
Jokowi ajak rakyat Indonesia hentikan sebar berita bohong
Ketum PBNU khawatir negara ambruk jika isu negatif kuasai medsos