Ali Kalora Tewas, Warga Poso Mulai Berani Laporkan Keberadaan Teroris MIT
Reza Arif Dewanto melaporkan, pasca tertembaknya pimpinan Mujahid Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora bulan September 2021 lalu, sampai saat ini Satgas Madago Raya mampu mengeliminir kelompok DPO hingga tersisa empat orang.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengikuti Upacara HUT ke 76 Korps Brimob Polri, Minggu 14 November 2021 di Mako Korps Brimob Polri, Depok, Jawa Barat.
Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Polisi Rudy Sufahriadi didampingi Kepala Operasi (Kaops) Madago Raya Brigjen Polisi Reza Arif Dewanto mendapatkan kesempatan pertama disapa Kapolri Sigit usai pelaksanaan upacara.
“Saya sapa dulu yang ada di Madago Raya,” ujar Sigit seraya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada rekan-rekan Korp Brimob yang saat ini ada BKO Operasi Madago Raya.
Dalam kesempatan tersebut, dia meminta informasi perkembangan terkini terkait pelaksanaan Operasi Madago Raya,
Reza Arif Dewanto melaporkan, pasca tertembaknya pimpinan Mujahid Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora bulan September 2021 lalu, sampai saat ini Satgas Madago Raya mampu mengeliminir kelompok DPO hingga tersisa empat orang.
Mereka adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru dari Bima, Nae alias Galuh alias Mukhlas dari Bima, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dari Poso dan Suhardin alias Hasan Pranata alias Abu Bakar juga dari Poso.
Baca juga:
Densus Ungkap Kebiasaan Ali Kalora hingga Akhirnya Disergap dan Ditembak Mati
Kapolda Sebut 4 Anak Buah Ali Kalora Masih Bersenjata dan Pegang Bom
Polisi Ungkap 10 Kasus Pembunuhan Dilakukan Ali Kalora Cs Sepanjang 2017-2021
Identitas 4 DPO Teroris Poso Diburu Petugas Gabungan TNI dan Polri
Operasi Senyap Koopgabsus Tricakti TNI Menewaskan Tujuh Teroris Poso Sepanjang 2021
DPO Teroris Poso Anak Buah Ali Kalora Tersisa 4 Orang, Ini Fotonya
Reza juga melaporkan, telah terbentuk keberanian di tengah masyarakat untuk melapor ke aparat ketika mengetahui adanya penampakan keempat DPO tersebut.
"Sehingga Satgas Madago Raya dapat menindak lanjuti dengan melakukan pengejaran dan itu terbukti dengan ditemukannya jejak-jejak mereka," ungkap Reza.
Sigit menekankan, kelompok-kelompok teroris maupun KKB merupakan suatu ancaman yang harus ditumpas. Oleh karena itu, ia berpesan agar seluruh tantangan tugas itu bisa diselesaikan dengan professional dengan tetap mempedomani dan menghormati hak asasi manusia.