LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Albina sesalkan guru SD di Jaktim tak berbuat apa-apa saat anaknya dibully

Tak hanya dibully bernada SARA, JZS mengaku pernah ditusuk telapak tangannya dengan mengunakan pensil oleh temannya. Dia tak mau lagi sekolah di SD tersebut.

2017-10-31 20:01:56
Bullying
Advertisement

Kepolisian memanggil Albina Averina Zaluku (35), ibunda JZS, siswa SDN 16 Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang jadi korban bullying atau perundungan bernada SARA oleh teman sekolahnya. Dia menceritakan perlakuan yang diterima anaknya di sekolah.

"Jadi anak saya ini sering dipanggil Ahok oleh teman-temannya. Dia bosen dengernya bahkan dia sering dikeroyok oleh teman sekelasnya," kata Albina di Polsek Pasar Rebo, Selasa (31/10).

Tak hanya dibully bernada SARA, anaknya itu mengaku pernah ditusuk telapak tangannya dengan mengunakan pensil oleh temannya. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka. "Dia ditusuk sampai nggak bisa nulis karena ditusuk itu," ujarnya.

Advertisement

Albina melanjutkan, saat tangan anaknya dilukai, ada seorang guru yang mengobatinya. Anaknya menceritakan peristiwa itu pada gurunya. Namun tidak ada tindak lanjut dari guru itu.

Setelah kejadian itu, anaknya tidak mau pergi sekolah. Bahkan dia menginginkan pindah dari sekolah itu.

"Dia sudah tidak mau sekolah di situ mau pindah, tapi belum tahu pindah ke mana, ada yang dia pingin tapi mahal, bagaimana saya juga bingung," ucapnya.

Advertisement

Sebelumnya, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jasra Putra turun langsung mengecek kasus bullying atau perundungan yang menimpa JSZ, siswa SD di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dia menyayangkan masih ada perundungan bernada suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). JSZ dibully teman-temannya dengan sebutan Ahok.

"Benar dia 'dibully' dan dipanggil Ahok," kata Jasra kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/10).

Dia juga menyayangkan pihak sekolah yang tidak mengetahui dugaan bullying yang terjadi di sekolah. Karena itu perlu dilakukan penyelidikan oleh dinas pendidikan DKI Jakarta. Lingkungan pendidikan sejatinya tempat mencerdaskan anak baik dari sisi intelektual, spritual, emosional dan sosial.

"Diharapkan dunia pendidikan bisa membantu menemukan kecerdasan tersebut secara terintegrasi pada diri anak. Sehingga anak merasakan lingkungan pendidikan yang ramah terhadap anak," kata dia.

Pihak sekolah dan guru seharusnya memberi perlindungan terhadap anak-anak. Sebagaimana tertera dalam Pasal 54 Ayat 2 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.