Alat geosurvey datang malam ini, diharapkan Lion Air besok ditemukan
Alat geosurvey datang malam ini, diharapkan Lion Air besok ditemukan. Pihaknya juga fokus mencari tubuh pesawat supaya lebih mudah menemukan kotak hitam. Tim penyelam akan kembali dikerahkan besok pagi.
Tim SAR masih terus mencari pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Kepala Bagian Humas Basarnas Suhri N Sinaga mengatakan, evaluasi pencarian hari ini adalah pemetaan.
Alat geosurvey guna memetakan puing pesawat juga baru tersedia malam ini. "Kita melakukan pemetaan yang masih kesulitan karena geosurvey baru dikirim malam ini. Semoga besok bisa ditemukan," kata Suhri kepada wartawan di Posko Basarnas Jakarta International Container Center II, Jakarta Utara, Senin (29/10) malam.
"Kalau peralatan ada tambahan geosurvey saya yakin bisa lebih mudah, kami memang bermasalah di pemetaan," tambahnya.
Pihaknya juga fokus mencari tubuh pesawat supaya lebih mudah menemukan kotak hitam. Tim penyelam akan kembali dikerahkan besok pagi.
"Kalau kotak hitam belum mencari ke situ, karena prioritas cari bodinya. Kalau ketemu bodi pasti kotak hitam tidak jauh dari situ," ucapnya.
Dia menambahkan, potongan tubuh korban banyak ditemukan mengapung di permukaan laut. "Kemungkinan yang terjebak di bodi (pesawat) juga masih ada," kata Suhri.
Hingga saat ini, tim SAR telah membawa 22 kantong mayat yang berisi potongan tubuh korban. Seluruh kantong dibawa ke RS Polri, Kramat Jati.
Baca juga:
Istri Pimpinan KLHK harap suaminya yang menumpang Lion Air JT 610 ditemukan selamat
Tim SAR kerahkan tiga alat untuk deteksi bangkai kapal pesawat di dasar laut
Ketua RT hanya sempat bertemu anak bungsu Jufri, pegawai Kemenkeu korban Lion Air
Malam-malam, Sri Mulyani sambangi RS Polri cari info terbaru korban Lion Air
Lion Air Jatuh, Tim SAR kirim 22 kantong mayat ke RS Polri Kramat Jati
Perusahaan Boeing siap bantu penyelidikan Lion Air JT 610 jatuh di Karawang