LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Alasan Pembina Pramuka Cabuli 15 Siswa: Pernah Jadi Korban Pelecehan

Ia mengatakan, dirinya sebenarnya tidak hanya tertarik pada kaum sejenis saja. Namun, ia mengaku juga tertarik pada lawan jenis. Ia bahkan mengaku juga memiliki ketertarikan pada lawan jenis.

2019-07-23 16:26:00
Pelecehan seksual
Advertisement

Rahmat Santoso Slamet, seorang pembina pramuka yang diduga mencabuli 15 orang anak didiknya di Surabaya, mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual.

Pengakuan ini disampaikannya saat pers rilis di Mapolda Jatim. Rahmat mengatakan, pertama kali ia melakukan pencabulan tersebut pada 2016 lalu. Korbannya pertama kali, adalah anak didiknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

"Pertama kali 2016, dengan anak kelas 2 (SMP)," ujarnya, Selasa (23/7).

Advertisement

Bukan tanpa alasan. Ia melakukan pencabulan itu, karena dirinya juga pernah dilecehkan secara seksual. Namun, ia mengaku tidak ingat kapan persisnya dan siapa pelaku yang pernah mencabulinya.

"Seingat saya pernah jadi korban pelecehan," ujarnya singkat.

Ia mengatakan, dirinya sebenarnya tidak hanya tertarik pada kaum sejenis saja. Namun, ia mengaku juga tertarik pada lawan jenis. Ia bahkan mengaku juga memiliki ketertarikan pada lawan jenis.

Advertisement

Namun, ia tidak bisa menjawab secara lugas, mengapa korbannya anak laki-laki semua. "Tidak ada maksud ketertarikan (pada laki-laki saja)," katanya.

Tersangka, diketahui telah melakukan aksi cabul ini pada siswa laki-laki sejak pertengahan 2016 lalu hingga terakhir pada 13 Juli 2019. Setidaknya, ada 15 murid yang telah menjadi korbannya. 3 diantaranya, telah melapor ke polisi. Tersangka Rahmat sendiri, mengaku menjadi pembina pramuka sejak 2015 lalu.

Modusnya, tersangka mewajibkan pada korban yang mengikuti seleksi grup pramuka inti bernama 'minion', di rumah tersangka, di Jl. Kupang Segunting, Kec. Tegalsari, Surabaya.

Agar dapat mendekati para korbannya, tersangka selalu meminta pada para kader pramuka laki-laki yang berumur antara 14 hingga 16 tahun, bertandang ke rumahnya untuk mengikuti latihan khusus.

Setidaknya, ada 7 syarat yang diminta oleh tersangka agar para anak didiknya tersebut mau mengikuti kemauannya tersebut. Namun, syarat-syarat yang diminta oleh tersangka, selalu mengarah pada perbuatan cabul.

Yakni, mulai melakukan aktifitas tidur telanjang berdua, menginap di rumah tersangka, melakukan sodomi hingga makan ayam geprek super pedas.

Baca juga:
Diduga Idap Kelainan Seks, Pembina Pramuka Cabuli 15 Orang Siswa di Surabaya
Seorang Remaja di Malang Dicekoki Miras dan Dicabuli
Miris, Tiga ABG Perkosa Anak di Bawah Umur
Cabuli Siswi SMA, Dua Pemuda di Tangsel Dibekuk Polisi
Anak Korban Pencabulan Ayah Tiri Hingga Hamil di Garut Diberi Pendampingan Psikologis
Polisi Akan Panggil Orang Tua Remaja Depresi Yang Diperkosa

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.