Alami Patah Tulang, Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dirujuk Ke RSUD
Satu korban yang dirujuk tersebut, mengalami luka sobek dan patah tulang pada kaki akibat melompat dari ketinggian dua meter.
RSUD Kabupaten Tangerang, menerima kembali dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menjadi korban luka-luka akibat kebakaran di Blok C 2 Lapas Klas I Tangerang, Rabu (8/9). Kepala RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani menjelaskan, pihaknya sudah merawat delapan orang WBP karena mengalami luka berat.
"Sebelumnya ada delapan orang, tapi sore tadi bertambah dua orang menjadi 10 orang," kata Hilwani.
Sebelum dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang, dua WBP yang menjadi korban kebakaran itu, dirawat di Poliklinik Lapas Kelas I Tangerang.
"Dua korban itu bisa dikatakan kondisinya ringan dan sedang," terang dia.
Dia membeberkan, satu korban yang dirujuk tersebut, mengalami luka sobek dan patah tulang pada kaki akibat melompat dari ketinggian dua meter.
"Lainnya lagi, mengalami luka bakar luasnya 20 persen dan tidak ada trauma di jalan napasnya," jelas dia.
Sementara, dua dari 8 orang WBP yang sejak pagi tadi diobati dan dirawat di RSUD Tangerang kondisinya telah lebih baik. Luka bakar yang mereka alami rata-rata 30 persen.
"Sementara yang di atas 30 persen sampai 98 persen dengan trauma jalan nafas kondisinya masih dalam pemantauan ketat," ungkap Hilwani.
Sebelumnya, 41 WBP meninggal dunia, 8 orang WBP luka berat dan 72 lainnya luka ringan, akibat insiden kebakaran di Lapas Klas I Tangerang.
Baca juga:
VIDEO: Penjelasan Yassona Usai Kebakaran Hebat Tewaskan 41 Napi di Lapas Tangerang
Tinjau Lapas Tangerang yang Terbakar, Mahfud MD Soroti Dominasi Kejahatan Narkotika
Polisi Duga Kebakaran Lapas Tangerang Berawal dari Atas Plafon
Keluarga Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Datangi RS Polri Kramat Jati
Mahfud MD Sebut Sejak 2004 Rencana Bangun Lapas Terkendala Anggaran