Akui lecehkan 3 siswinya, kepsek SD di Jembrana dicopot dari jabatannya
"Dari laporan inspektorat kepada kami, yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya. Tadi inspektorat sempat meminta keterangan yang bersangkutan," kata Ketua Komisi A DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutarmi.
Pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan tokoh adat bertemu menindaklanjuti laporan terhadap kepala sekolah di SDN 2 Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ke kepolisian. Kepala sekolah berinisial IBP dilaporkan atas tindakannya melecehkan sejumlah murid.
Pertemuan tersebut juga dihadiri IBP. Dalam pertemuan tertutup itu, dia mengakui perbuatan bejatnya.
Mendengar pengakuannya, semua bersepakat mencopot kepala sekolah. Mengenai penugasan selanjutnya akan dibuatkan SK setelah ada keputusan hukum tetap dari pengadilan bila terbukti bersalah.
"Terhitung sejak hari ini Dinas Pendidikan telah mencopot yang bersangkutan dari jabatannya dan sementara dipindahkan ke kecamatan sambil menunggu proses hukum," terang Ketua Komisi A DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutarmi, Senin (9/10).
"Dinas Pendidikan juga sudah menunjuk PLH Kepala sekolah yakni diambil dari guru tertua di sekolah tersebut," sambungnya.
Pihaknya sangat menyayangkan itu terjadi. Apalagi dilakukan seorang kepala sekolah yang merupakan tenaga pendidik.
Untuk proses hukumnya, sudah diserahkan kepolisian mengusut. Sedangkan untuk kedinasan, pihaknya telah mendorong inspektorat agar segera melakukan penanganan.
"Dari laporan inspektorat kepada kami, yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya. Tadi inspektorat sempat meminta keterangan yang bersangkutan," kata dia.
Meskipun yang bersangkutan telah dicopot dari jabatannya, Komisi A DPRD Jembrana dan Dinas Pendidikan menjamin proses belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan normal, tidak berpengaruh dengan kasus tersebut.
Diberitakan sebelumnya, IBP dilaporkan salah seorang siswi yang jadi korban pelecehan. Itu terungkap setelah orangtua korban melihat sikap anaknya yang murung saat akan berangkat piket pagi.
Usut punya usut, setiap jadwal piket pagi selalu digrayangi oleh Kepsek ini di ruang kerjanya. Korban diraba-raba dadanya dan diciumi bibirnya, jika berani melaporkan akan diancam untuk tidak diluluskan.
Korban juga menunjukkan dua temannya yang juga dilecehkan oleh IBP. Ketiganya akhirnya melapor ke Polres Jembrana.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A Sooai, mengaku untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga korban dan sejumlah saksi.
"Setelah pemeriksaan itu selesai baru dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terlapor (kepsek)," kata Yusak.
Baca juga:
Produser Harvey Weinstein dipecat karena lecehkan aktris Hollywood
Kepala sekolah di Jembrana lecehkan 3 siswinya saat piket di sekolah
Sedang istirahat di kamar, mantan suami datang langsung mau perkosa
Waspada, pemotor tukang remas payudara wanita berkeliaran di Beji Depok
Iseng berujung bui, Kodok intip dan rekam gadis sedang mandi di WC umum
Hindari pelecehan, guru bakal dites psikologi secara berkala
7 Bocah di Bener Meriah jadi korban pencabulan, pelaku kabur