LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu Menurun, Pembersihan Abu Terkendala Minimnya Air

Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih fluktuatif meski cenderung menurun pasca erupsi freatik pada Jumat (26/7) lalu. Untuk itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih memberlakukan radius aman bagi masyarakat maupun pengunjung.

2019-07-29 19:16:00
Gunung Tangkuban Parahu Erupsi
Advertisement

Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu masih fluktuatif meski cenderung menurun pasca erupsi freatik pada Jumat (26/7) lalu. Untuk itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih memberlakukan radius aman bagi masyarakat maupun pengunjung.

Kepala PVMBG, Kasbani menyatakan hasil pengamatan visual dan pengukuran gas masih terjadi embusan asap putih setinggi 30 meter di kawasan kawah. Material gas tersebut berpotensi berbahaya bagi kesehatan.

"Rekomendasi kami tidak boleh ada aktivitas kegiatan manusia di jarak 100 meter dan 500 meter dari pusat kawah. Makin masuk dalam kawah potensinya semakin besar. Di luar 100 meter gasnya sudah terurai," katanya di Pos Pengamatan Gunung Api Tangkuban Parahu PVMBG, Senin (29/7).

Advertisement

Ia pun mengimbau masyarakat sekitar mendekati kawah untuk menggunakan masker. Kasbani menambahkan, sejauh dari pengamatannya, belum ada tanda-tanda ada erupsi susulan meski masih ada gempa berskala kecil.

Pengamat Gunung Api Tangkuban Parahu dari PVMBG, Adzan Anugrah Indiarsyah menambahkan gempa tremor di kawasan Gunung Tangkuban Parahu masih sering terjadi selama empat hari terakhir.

Pada akhir pekan lalu, usai erupsi, gempa tremor masih terjadi dengan amplitudo maksimum 0,5 milimeter hingga 4 milimeter dan amplitudo dominan di angka 2 milimeter. Pada hari ini, gempa tremor yang terjadi terekam di amplitudo maksimum 0,5 hingga 3 milimeter dan amplitudo dominan di angka 1 milimeter.

Advertisement

"Status masih normal atau level 1. Kami masih terus melakukan penelitian dan evaluasi seminggu ini kita lihat apakah stabil atau ada peningkatan," terangnya.

Sementara itu, dari pantauan, kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu masih ditutup untuk aktivitas wisata. Para pedagang berbenah membersihkan sisa abu vulkanik dari erupsi freatik dengan sapu. Sedangkan jalan yang tertutup abu dibersihkan dengan air.

©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Ketebalan abu yang menumpuk di atap kios penjual dan jalan akses menuju kawasan wisata sekitar 10 cm. Meski demikian, tidak ada kerusakan yang berarti. Hanya, para pedagang mengeluhkan debit air yang terbatas untuk dimanfaatkan membersihkan abu.

"Mungkin karena kemarau, jadi airnya agak susah. Kalau ada pun kecil untuk menyemprot jalan dan warung," ujar salah seorang pedagang, Ahmad Setiawan (54).

Kesulitan air pun diakui oleh pihak pengelola kawasan wisata. Mereka meminta tiga unit mobil bantuan Pemadam Kebakaran Sebanyak untuk membersihkan abu vulkanik.

Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), Putra Kaban mengakui kewalahan dalam membersihkan sisa abu vulkanik, terutama di lokasi wisata utama, parkiran Kawah Ratu. "Airnya memang lagi susah karena lagi kemarau. Petugas juga lumayan kewalahan. Tapi kami berusaha untuk membersihkan hingga tuntas," pungkasnya.

Baca juga:
Ridwan Kamil Minta Masyarakat Tidak Panik terkait Erupsi Gunung Tangkuban Perahu
Masjid Jabal Nur Bersih dari Abu Gunung Tangkuban Parahu
Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Bupati Imbau Warga Tak Panik Heboh Berita di Medsos
Suasana Gunung Tangkuban Parahu Setelah Erupsi
Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, 5 SPBU Pertamina Sekitar Lokasi Tetap Beroperasi

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.