Aktivitas Gunung Merapi normal, warga diperbolehkan cari pakan ternak
Meskipun demikian ada 4 pengungsi yang dirujuk ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Cangkringan. Keempatnya adalah Arjo Suwito, Mawardi, Wagiyem, Wongso Sumarto. Mereka sempat mengalami drop, namun sudah diperbolehkan untuk pulang.
Aktivitas kegunungapian Gunung Merapi sejak tiga hari belakangan ini kembali normal. Meskipun demikian status Gunung Merapi masih waspada atau level II.
Warga di lereng Gunung Merapi saat ini kembali beraktivitas normal meskipun demikian warga tetap waspada jika sewaktu-waktu terjadi hujan abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi.
Merespon hal itu, pemerintah desa setempat memfasilitasi kendaraan bagi warga yang mencari rumput untuk pakan ternaknya.
"Mulai hari ini difasilitasi pemerintah desa. Jadi yang biasanya mencari rumput hari ke atas (naik gunung), pulangnya dijemput," ujar Makwan, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, ditemui di Posko Utama Pakem, Senin (28/5).
Makwan menjelaskan difasilitasinya warga pencari rumput karena bahayanya hujan abu vulkanik sewaktu-waktu bisa terjadi. Bahkan dalam radius 3 kilometer dari puncak bisa berpotensi terkena kerikil.
"Makanya kami sarankan kalau beraktivitas di luar rumah memakai masker atau alat pelindung diri," ucapnya.
Makwan mengungkapkan saat ini seluruh pengungsi baik itu di Balai Desa Glagaharjo maupun di barak lainnya sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Mayoritas dalam kondisi sehat.
Meskipun demikian ada 4 pengungsi yang dirujuk ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Cangkringan. Keempatnya adalah Arjo Suwito, Mawardi, Wagiyem, Wongso Sumarto. Mereka sempat mengalami drop, namun sudah diperbolehkan untuk pulang.
Makwan mengimbau agar masyarakat baik itu di luar lereng Merapi maupun yang berdekatan untuk menanggapi ancaman bencana ini secara proporsional. Jangan panik dalam menyikapi bencana yang terjadi.
"Masyarakat tetap waspada. Jangan panik dan selalu memerhatikan instruksi dari petugas maupun relawan," tutup Makwan.
(mdk/fik)