Aktivitas di Dadap kembali normal pasca kerusuhan
Kabarnya pelaku kerusuhan kemarin kebanyakan bukan warga setempat.
Setelah kemarin, Selasa (10/5), suasana tegang menyelimuti bekas kawasan lokalisasi Ceng In, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, lantaran warga terlibat bentrok dengan aparat keamanan, hari ini situasi terlihat normal. Aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.
Menurut Kapolsek Teluknaga, AKP Supriyanto, warga tidak terpengaruh dengan peristiwa kemarin.
"Enggak ada apa-apa, kondusif semua. Warga tidak ada yang terpengaruh atas peristiwa kemarin," kata Supriyanto, Rabu (11/5).
Kemarin, tepatnya di Jalan Raya Perancis mengarah ke proyek reklamasi Pantai Indah Kapuk 2, menjadi arena bentrok warga dengan aparat.
Warga menolak kehadiran aparat gabungan Satpol PP, polisi, dan TNI akan menyampaikan Surat Peringatan Kedua, terkait rencana penggusuran. Mereka terlebih dulu menyerang aparat, dan memblokir jalan dengan membakar ban. Akibatnya, arus kendaraan, terutama truk-truk besar biasanya membawa tanah ke proyek PIK 2, tersendat. Antrean kendaraan kemarin pun sempat mengular hingga ke Bandara Soekarno-Hatta.
Rani, seorang warga Dadap mengatakan, sebenarnya saat peristiwa kerusuhan kemarin masyarakat setempat yang terlibat hanya sedikit.
"Itu sebenarnya bukan warga sini yang kemarin. Kalau warga sini enggak menolak digusur, orang bukan tanah kita juga. Tapi ya memang harusnya disiapin juga kita mau pindah ke mana," kata Rani.
Mengenai rencana Pemkab Tangerang kabarnya telah mempersiapkan 400 kontrakan buat korban penggusuran di Dadap, Rani mengaku belum mengetahui.
"Belum tahu saya. Ya kalau emang bener gratis, Alhamdulillah aja," ujar Rani.
Baca juga:
Bubarkan warga, polisi kerahkan 2 mobil water cannon ke Dadap
Datangi kerusuhan di Dadap, Kombes Krisna Murti disambut hujan batu
Warga Dadap berhenti mengamuk, tapi ajukan sejumlah syarat
Selain Dadap, Pemkab juga bongkar kawasan Kronjo dan Kresek
Saat warga Dadap mendadak kalap