LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Aktivis lingkungan hidup larang tambang akik karena sebabkan longsor

Fenomena batu akik membuat penampang tak profesional ikut cari peruntungan untuk mengubah nasib.

2015-04-25 10:02:00
Batu Akik
Advertisement

Munculnya tren batu akik bagi memunculkan dua sisi mata uang berbeda. Dampak positif yang dirasakan, akik mampu menghidupkan lahan pasar baru buat perekonomian Indonesia. Namun hal ini berbanding terbalik dengan kerusakan alam yang makin lama makin menganga di pedalaman Indonesia.

"Penambangan batu akik mengganggu keseimbangan alam. Kerusakan alam besar belum ada, masih kecil-kecil tapi makin mengkhawatirkan dan (penambangan) di setiap pulau ada " jelas Walhi Jakarta, Alie Badruddin, saat berbincang dengan merdeka.com pada Jumat (24/4) kemarin.

Bahkan orang yang semula bukan berprofesi sebagai penambang, mendadak menjadi penambang karena peluang mendapatkan uang lebih banyak. Ini menjadi lebih bahaya sebab para penambang yang tidak profesional menambah kerusakan alam karena asal menambang tanpa memedulikan teknik dan prosedurnya, seperti yang terjadi di Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Maluku.

"Sama kayak pertambangan di Pulau Bacan bolong-bolong gitu nanti rubuh, longsor dibolongi ambruk begitu. Sementara belum ada masih kecelakaan akan besar sama kayak industri langsung lowong lama-lama besar. Di Pulau Bacan semakin mengkhawatirkan," sambungnya.

Ancaman longsor akibat penambangan sembarangan ini juga disampaikan oleh Walhi Aceh. Mereka khawatir kontur tanah di kawasan penambangan batu akan melemah dan sangat rawan terhadap bencana longsor. Terutama saat musim hujan datang, tidak ada lagi penyangga arus hujan yang berakibat banjir.

Selain itu, katanya, bila di dalam hutan lindung terdapat banyak lubang yang ditinggalkan oleh pemburu batu yang juga akan mengancam terjadi konflik satwa. Terutama satwa Gajah yang sering melintasi dalam kawasan hutan lindung terganggu dengan adanya lubang-lubang besar tersebut.

"Ini akan sangat berbahaya bila terjadi gangguan satwa seperti gajah, makanya selain menutup kembali lubang-lubang batu giok yang telah digali, pemerintah juga harus menghentikan warga memburu giok di dalam kawasan hutan lindung," pinta Muhammad Nur dari Walhi Aceh.

Oleh karena itu, Walhi mendesak agar Kementerian Lingkungan Hidup memberi perhatian kepada masalah penambangan giok ini, jika ingin keseimbangan alam terjaga.

"Kementerian harus tegas melarang para penambang. Kemudian juga kalau perlu ada pajak saja untuk batu akik itu"tegas Alie.

Baca juga:
Batu nisan Almarhum Bagong Kussudiardjo pun dicuri orang buat akik
Cerita ranjang giok dinasti Ming hendak dipotong jadi akik
Cerita awal mula batu akik jadi primadona di Indonesia
'Gila' karena batu akik
Di Halmahera, batu bacan seberat 1 ton akan dijadikan tugu
Para Ibu Negara di KAA akan dapat bingkisan liontin akik Pancawarna
Faik telan cincin batu akik dan baru keluar tiga hari kemudian

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.