Aktivis 98 berharap Pilgub Jatim berjalan santun dan damai
Majunya dua kandidat calon Pilgub Jatim yang berasal dari Nahdlatul Ulama berpotensi akan memecah nahdliyin
Majunya dua kandidat calon Pilgub Jatim yang berasal dari Nahdlatul Ulama berpotensi akan memecah nahdliyin. Dua pasangan calon yaitu Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, mendapat perhatian khusus di kalangan mantan aktivis 98 di Jawa Timur.
"Kita sudah tahu lah dua kandidat Cagub Jatim yang maju saat ini adalah Gus Ipul dan Bu Khofifah. Keduanya merupakan figur yang tidak asing lagi bagi masyarakat Jatim, termasuk bagi kalangan NU, karena keduanya berlatar belakang NU, sama-sama memiliki basis kuat," kata Raylis Sumitra, mantan aktivis 98 ketika ditemui merdeka.com di Surabaya, Rabu (31/1).
Mantan Ketua Komite Kesatuan Aksi Reformasi Mahasiswa Unitomo itu menilai, majunya kedua figur kader NU akan meramaikan pesta rakyat Pilgub Jatim kali ini. Menurutnya, kontestasi itu tidak menutup kemungkinan, adanya gesekan-gesekan antara masa kedua calon tersebut.
"Sebagaimana kita tahu ini pertarungan luka lama. Kenapa? Dua kali Pilgub Jatim lalu, Khofifah maju dan kalah melawan Pakde Karwo gandeng dengan Gus Ipul. Kini, Gus Ipul yang merupakan Wagub Jatim maju sebagai Cagub, begitu pun Khofifah sekarang maju kembali," kata mantan Presidium Perhimpunan Nasional Aktivis 98 Jawa Timur itu.
Oleh sebab itu, aktivis alumni Unitomo Surabaya itu berharap kondisi Pilkada Jatim kali ini berlangsung dengan aman dan tentram, serta mengajak semua pihak untuk tidak menggulirkan black campaign ataupun menyudutkan, bahkan menyerang salah satu kandidat calon dengan berbagai cara yang licik dengan tujuan menang.
"Kami berharap pelaksanaan berjalan damai, jangan sampai isu-isu digoreng sehingga dapat memecah belah antar golongan yang selama ini sudah terjalin rukun, tentram dan aman. Perlu diingat Jatim itu bukan seperti DKI Jakarta, Jatim itu sangat santun," kata alumni PMII itu.
Bukan hanya itu, sambung dia, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan berita Hoax yang sengaja digulirkan oleh oknum tertentu dengan tujuan mengadu domba dan memecah belah masyarakat Jawa Timur.
"Saya kira perlu untuk deklarasi damai melibatkan semua pihak, agar Pilgub Jatim berlangsung dengan aman dan santun," ujar mantan Ketua Garda Bangsa itu.
(mdk/paw)