LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Aksi senyap Densus 88 lumpuhkan terduga teroris jaringan Bahrun Naim

Dalam waktu 24 jam, Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap dan melumpuhkan tujuh terduga teroris di sejumlah lokasi di Indonesia. Ketujuh terduga teroris itu diduga kuat jaringan kelompok teroris ISIS Bahrun Naim.

2016-12-22 13:01:39
Terorisme
Advertisement

Dalam waktu 24 jam, Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap dan melumpuhkan tujuh terduga teroris di sejumlah lokasi di Indonesia. Ketujuh terduga teroris itu diduga kuat jaringan kelompok teroris ISIS Bahrun Naim.

Penangkapan pertama dilakukan di Tangerang terhadap empat orang di dua kontrakan yang berbeda. Tiga diantaranya, Omen, Irwan dan Helmi terpaksa ditembak mati karena mencoba melawan menggunakan bom sedangkan Adam berhasil diamankan Densus 88.

Advertisement

Di tengah kegaduhan petugas menangkap para teroris di Tangsel, Densus 88 juga bergerak menangkap terduga teroris lain, John Tanamal alias Hamzah di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Dalam penangkapan itu, Densus 88 Polri di-backup Satuan Brimob Polda Sumbar dan Polres Payakumbuh.

Tak sampai di situ, penangkapan juga berlanjut ke daerah biru-biru, Deli Serdang, Sumatera Utara. Di sini Densus menangkap terduga teroris Syafii di rumah orang tuanya. Syafii sendiri sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus tindak pidana terorisme. Saat ditangkap, Syafii sama sekali tidak melakukan penangkapan.

Advertisement

Terakhir Densus 88 menangkap satu terduga teroris Hari Habisoko alias Abisya di Batam, Kepuluan Riau. Abisya diduga kuat satu jaringan dengan Syafii di kelompok Katibah Gonggong Rebus (KGR) di bawah kendali Bahrun Naim.

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, penangkapan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini aksi terorisme di tanah air.

"Tentunya pencegahan lebih baik daripada pengungkapan setelah peristiwa terjadi. Sekali lagi kami mengapresiasi hasil pengungkapan oleh Densus 88 ini," kata Martinus di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/12).

Martinus memastikan, ketujuh terduga teroris yang diamankan dan dilumpuhkan kemarin di bawah kendali Bahrun Naim. Termasuk terduga teroris yang ditangkap di Payakumbuh karena berkaitan dengan Abu Zaid.

"Saya bisa pastikan yang di Batam, Kelompok KGR itu terafiliasi langsung dengan Bahrun Naim. Yang di Bekasi. Tapi kalau yang ditangkap di Payakumbuh berkaitan langsung dengan yang di Solo," ucap Martinus.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.