Aksa Mahmud minta organisasi masjid tidak dibawa ke ranah politik
Ketua Masjid Agung Sunda Kelapa, Aksa Mahmud mengingatkan kepada para 106 organisasi remaja masjid agar tidak mau dibawa ke ranah politik. Dia ingin organisasi ini dibentuk untuk mensejahterakan umat.
Ketua Masjid Agung Sunda Kelapa, Aksa Mahmud mengingatkan kepada para 106 organisasi remaja masjid agar tidak mau dibawa ke ranah politik. Dia ingin organisasi ini dibentuk untuk mensejahterakan umat.
"Yang patut kita bukakan pintu jangan dibawa ke parpol organisasi ini. Ini adalah organisasi masjid yang arahnya ke akhirat. Kita betul-betul adalah ibadah dan basisnya ekonomi," kata Aksa saat membuka acara Indonesia Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) di Perpustakaan Nasional, Jalan Merdeka Selatan, Minggu (15/4).
Dia meminta para remaja agar fokus untuk mendirikan ekonomi. Yaitu dengan cara memakmurkan umat.
"Saya kekhawatirannya terulang lagi 2 organisasi Islam sebelumnya. Yaitu Serikat dagang Islam di awal kemerdekaan dibentuk kemudian bergeser menjadi politik," kata Aksa.
Diketahui terdapat 106 organisasi remaja masjid dan komunitas pemuda Islam mendeklarasikan Indonesia Islamic Youth Economic Forum (ISYEF). Acara deklarasi itu turut dihadiri oleh Wakapolri, Komjen Syafruddin selaku Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.
Menurut Ketua panitia M Atras Mafazi menjelaskan ISYEF memiliki tiga peran. Pertama, sebagai inkubator membangun ekosistem usaha rintisan berbasis masjid. Dia menjelaskan ISYEF akan mendorong 106 komunitas untuk bergabung menyusun bisnis bagi komunitasnya.
Kedua, ISYEF akan mengembangkan jejaring dakwah ekonomi masjid dan memperkuat organisasi pemuda masjid yang sudah memiliki usaha produktif. "Selain itu, membentuk konsorsium antar-masjid untuk membangun lini usaha secara berjamaah," ujar Atras.
Atras melanjutkan, peran ketiga ISYEF akan membangun platform bisnis berbasis ekonomi digital dan aplikasi layanan berbasis sosial media.
(mdk/did)