Akibat Gempa Bali, Siswa SD di Mataram Dipulangkan
Akibat gempa bumi yang kekuatan 6 Magnitudo yang berpusat di Bali, Selasa (16/7) pukul 07.18 WIB, semua siswa sekolah dasar (SD) yang ada di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dipulangkan karena getarannya terasa juga di Lombok.
Akibat gempa bumi yang kekuatan 6 Magnitudo yang berpusat di Bali, Selasa (16/7) pukul 07.18 WIB, semua siswa sekolah dasar (SD) yang ada di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dipulangkan karena getarannya terasa juga di Lombok.
"Kebijakan ini kita ambil untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dan antisipasi gempa susulan," kata Fitri salah seorang guru SDN 1 Mataram di Mataram, Selasa seperti dikutip Antara.
Dikatakan, saat memberikan kebijakan pulang lebih awal, para siswa tidak dibiarkan pulang begitu saja, melainkan diminta untuk menunggu jemputan dari orang tua masing-masing.
Setelah dipastikan sudah ada yang menjemput, barulah siswa diperbolehkan pulang, sedangkan siswa yang rumahnya berada dekat dari lingkungan sekolah, dipastikan dulu orang tuanya sedang berada di rumah atau tidak.
"Hal itu kita berlakukan untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada anak-anak," katanya.
Saluna siswa kelas III SDN 1 Mataram mengatakan, saat gempa dia dan teman-temannya sedang berada di dalam ruang belajar dan begitu terjadi gempa mereka berhamburan ke luar ruangan menuju lapangan sekolah.
"Ada beberapa teman kita yang menangis, karena takut seperti gempa bulan Agustus lalu," tuturnya.
Dari hasil pantauan, rata-rata kondisi serupa terjadi di sejumlah SD dan taman kanak-kanak (TK), dan para orang tua juga ikut panik dan spontan menjemput putra/putrinya di sekolah masing-masing.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyebutkan gempa berkekuatan 6 Magnitudo yang berpusat di Bali terjadi, getarannya terasa juga di Lombok.
Lokasi 9.11 Lintang Selatan dan 114.54 Bujur Timur atau 83 kilometer Barat Daya Nusa Dua Bali. Dengan kedalaman 68 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
(mdk/bal)