Akibat Banjir, Warga Kabupaten Serang ke TPS Naik Perahu
Asman salah satu warga mengungkapkan dirinya kesulitan untuk memberikan hak suaranya ke TPS akibat banjir. Dia harus menaiki perahu karet yang disediakan oleh BPBD kabupaten serang untuk ke TPS.
Akibat luapan sungai Ciujung, sejumlah daerah di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang terendam Banjir. Akibatnya perhelatan pemilihan Bupati Kabupaten Serang dilakukan dalam kondisi air menggenangi rumah warga.
Seperti yang terjadi di Kampung Dadap, Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin, meski banjir warga tetap berantusias menggunakan hak pilihnya. Mereka harus menaiki perahu karet agar bisa ke lokasi TPS 10 yang berada di tengah pemukiman terisolir akibat banjir.
Asman salah satu warga mengungkapkan dirinya kesulitan untuk memberikan hak suaranya ke TPS akibat banjir. Dia harus menaiki perahu karet yang disediakan oleh BPBD kabupaten serang untuk ke TPS.
"Mau nyoblos susah, harus naik perahu dulu. Tinggi air sampe pinggang," ujarnya saat menunggu giliran untuk menaiki perahu, Rabu (9/12).
Asman mengatakan pemukimannya sudah dua hari terendam banjir, akibat luapan sungai Ciujung.
"Banjir sudah dua hari, air dari Ciujung,"katanya.
Sementara itu Camat Kibin Imron Ruhyadi mengungkap kurang lebih 20 TPS di wilayahnya terdampak banjir.
"Kurang lebih 20 TPS (yang terdampak). Banjir sudah dua hari, terparah di Kampung Nagara dan Cijeruk,"ujarnya.
Untuk diketahui, kampung Dadap sudah dua hari terendam banjir, ketinggian air mencapai 50cm hingga 1,5 meter. Dan sebagian besar warga di wilayah itu, tetap bertahan di rumah menunggu air surut.
TPS Sepi
Namun, akibat banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Tingkat warga yang datang ke TPS untuk memberikan hak pilihnya, tidak maksimal.
Berdasarkan pantauan, di TPS 11, yang merupakan TPS darurat di komplek Bumi Nagara Lestari (BNL). Hingga pukul 10.25 WIB, warga yang telah mendatangi TPS sekitar 30 orang dari Daftar Pemilih Tetap 426.
"Paling juga ada 30, kita sudah umumin pake speaker masjid, lewat WA group juga sudah. DPT nya 426," kata Narmuda ketua TPS 11, Rabu (9/12).
Narmuda mengatakan warga sebagian besar mengungsi dan memilih tetap tinggal di rumah. Rumah mereka dilanda banjir sejak hari Minggu kemarin, dan ketinggian air hingga kini masih setinggi dada orang dewasa.
"Ada yang di rumah karena kejebak banjir, mungkin malas keluar rumah. Di blok D masih sedada orang dewasa," ujarnya.
Begitu juga yang terjadi di TPS 10 di komplek Bumi Nagara Lestari, yang juga merupakan TPS darurat. Hingga pukul 10.25 Wib hanya 19 orang yang datang ke TPS dari 428 DPT.
"19 Orang jumlah DPT 428. Petugas sudah kasih imbauan sekitar jam 07.00 WIB. Ada yang ngungsi, pada keluar (warga-red),"ujar Suyatno ketua TPS 10.
Suyatno mengungkapkan TPS 10 merupakan TPS darurat, karena lokasi awal telah digenangi air sejak hari Minggu. "Sebelum banjir rencana TPS di jalur utama, tapi banjir. Akhirnya dipindah ke sini," ujarnya.
Camat Kibin Imron Rahyudi saat ditemui di lokasi mengatakan kondisi sepinya partisipasi warga untuk datang ke TPS, karena sebagian besar warga di wilayah itu mengungsi akibat banjir.
"Mau bagaimana, orang pada ngungsi rumah pada kosong. Ini TPS (berdekatan), karena lokasi banjir, dipindah ke sini," ujarnya.
(mdk/eko)