Akhir pelarian Ius Pane, ditangkap saat mau ngumpet di rumah saudara
Sebelumnya, polisi sudah berhasil menangkap tiga tersangka lainnya yakni Ramlan Butar Butar, Erwin Situmorang, dan Alfins Bernius Sinaga. Ramlan Butar Butar dan Erwin Situmorang ditangkap di sebuah rumah kontrakan di daerah Bekasi, Rabu (27/12/2016) lalu.
Setelah beberapa hari menjadi buronan polisi, Ridwan Sitorus alias Ius Pane, alias Marihot Sitorus (45), akhirnya berhasil ditangkap tim gabungan dari Ditkrimum Polda Metro Jaya, Polrestro Jaktim dan Polresta Depok, di Medan, Minggu (1/1) sekitar pukul 07.45 WIB. Ius Pane merupakan salah satu pelaku perampokan dan pembunuhan dengan cara penyekapan di rumah Ir Dodi Triono, di Pulomas Utara, Jakarta Timur.
Sebelumnya, polisi sudah berhasil menangkap tiga tersangka lainnya yakni Ramlan Butar Butar, Erwin Situmorang, dan Alfins Bernius Sinaga. Ramlan Butar Butar dan Erwin Situmorang ditangkap di sebuah rumah kontrakan di daerah Bekasi, Rabu (27/12/2016) lalu.
Keduanya 'dihadiahi' timah panas oleh polisi. Alhasil, salah satunya, Ramlan Butar Butar tewas. Sementara Erwin hidup. Kemudian, selang beberapa jam kemudian, polisi berhasil meringkus Alfins di kawasan Villamas Indah Blok C, Bekasi Utara, Jawa Barat.
Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Mochamad Iriawan mengatakan, Ius Pane berhasil ditangkap polisi saat turun dari bus antar lintas Sumatera (ALS) di Medan.
"Yang bersangkutan (Ius Pane) kami tangkap di Medan, kebetulan dia baru turun dari bus ALS, antar lintas Sumatera," kata Iriawan saat memberikan keterangan pers di Sasana Manggala Praja, Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Minggu (1/1).
Ius Pane ©2017 merdeka.com/imam buhori
Saat ditangkap, Ius Pane hanya seorang diri dan tak melakukan perlawanan. Tersangka memiliki alasan kabur ke Medan yakni hendak bersembunyi di rumah saudaranya dari buruan polisi.
"Dia lari ke Medan untuk aman. Rencananya akan ke saudaranya, kan kampungnya di sana," kata Iriawan.
Menurutnya, usai melakukan perampokan di rumah Ir Dodi Triono, Senin (26/12/2016) lalu, Ius Pane berpindah-pindah tempat. Merasa tak nyaman berada di kawasan Jakarta, Ius Pane akhirnya melarikan diri ke Medan.
"Baru dua hari lalu setelah kosnya digeledah dia lari ke Medan," jelas mantan Kapolda Jabar ini.
Dia menjelaskan, Ius Pane dkk telah melakukan perampokan sebanyak tiga kali dalam seminggu terakhir. Perampokan di Pulomas merupakan aksi yang terakhir kalinya.
Buron Pulomas Ius Pane ditangkap di Medan ©2017 Merdeka.com
"Pertama (perampokan dilakukan) di Purwakarta, kedua di Jonggol yang ketiga di Pulomas," kata Iriawan.
Saat beraksi di Pulomas, Ius Pane mengaku menyeret dan memukul korban hingga tewas. Ius Pane juga mengaku menyekap korban di dalam kamar mandi berukuran 1,5 X 1,5 meter.
"Betul, yang bersangkutan menyeret korban, jambak dan memukul," terang Iriawan.
Setelah melakukan aksinya, Ius Pane ternyata tak betah tinggal di Jakarta karena takut tertangkap. Oleh karena itu, pria kelahiran Medan 11 November 1971 itu melarikan diri ke kampung halaman.
"Dia mau lari ke Medan tentunya mau aman di sana," kata Iriawan.
Ius Pane ©2017 merdeka.com/imam buhori
Iriawan mengakui, penangkapan terhadap seluruh pelaku terbilang cepat. Sebab, batas waktu yang diberikannya kepada para anak buahnya sesungguhnya adalah tujuh hari.
"Saya targetkan kepada anggota, satu minggu para pelaku sudah harus ditangkap. Alhamdulillah hari keenam sudah semua. Ini hadiah tahun baru buat teman-teman media," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, dengan berhasil ditangkapnya Ius Pane, maka kasus perampokan dan pembunuhan di rumah Ir Dodi Triono sudah tuntas.
"Dengan demikian tuntas sudah kasus pembunuhan dan penyekapan di Pulomas," kata Iriawan.
Baca juga:
Ini modus operasi 4 pelaku perampokan sadis di Pulomas
Polisi pastikan Ginon tak masuk komplotan perampok Pulomas
Sebelum merampok, Ius Pane dkk patungan untuk makan dan sewa mobil
Saat merampok di Pulomas, Ius Pane baru sebulan keluar LP Tangerang
Polisi cari golok yang dipakai Ius Pane saat merampok di Pulomas