AKBP Untung: Orang Indonesia, bukan tolong korban malah selfie
Saat aksi teror berlangsung ada korban yang tertembak akibat mengabadikan gambar melalui telepon genggam.
Empat orang terkapar di jalan saat bom meledakkan pos polisi yang berada di depan Gedung Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1). Beberapa orang sempat mencoba menolong korban, namun lebih banyak orang yang menonton kejadian itu dan mengambil gambar melalui telepon genggam. Bahkan itu berlanjut saat polisi baku tembak dengan teroris yang bersembunyi di parkiran Starbucks.
Anggota Polair, AKBP Untung Sangaji salah satu yang menolong korban ledakan di pos polisi. Setelah menolong korban, dia langsung terlibat baku tembak hingga akhirnya berhasil melumpuhkan teroris.
Meski menuai pujian dari masyarakat, Untung tidak segan menyindir perilaku masyarakat yang cuek pada korban aksi teror yang jelas-jelas membutuhkan pertolongan.
"Orang bukan tolong tapi selfie-selfie dan foto-foto. Luar biasa orang Indonesia," kata Untung di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/1).
Untung mengatakan, saat aksi teror berlangsung ada korban yang tertembak akibat mengabadikan gambar melalui telepon genggam. Korban berada 4 meter tepat di hadapannya. Hanya saja, dia tidak menyebut siapa korban yang dimaksud.
"Awalnya, ada korban di dekat pos, mereka foto-foto malah ada yang selfie, dan tiba-tiba ada yang jatuh kakinya kejang-kejang," tambah dia.
"Saya ambil korban, cari ambulance dapatnya mobil patroli," ucapnya.
(mdk/noe)