Ajak Masyarakat Tidak Golput, Warga Padang Bikin Kue Berbentuk Kotak Suara
Kotak suara yang akan digunakan pada hari pemungutan suara, Rabu (9/12) besok, 'disulap' menjadi sebuah kue yang dapat dimakan.
Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk memeriahkan perhelatan Pilkada Serentak 2020, tidak terkecuali pelaku UMKM. Seperti yang dilakukan toko kue Hokky Cake di Kawasan Pondok Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, yang membuat kue berbentuk miniatur kotak suara. Kotak suara yang akan digunakan pada hari pemungutan suara, Rabu (9/12) besok, 'disulap' menjadi sebuah kue yang dapat dimakan.
Kue kotak surat suara itu terdiri dari sejumlah ukuran, mulai dari ukuran besar yang terdapat miniatur kertas suara yang akan dimasukkan ke kotak suara, lengkap dengan logo KPU di sisi kotak.
Sedangkan untuk empat kotak suara yang berukuran kecil, masing-masing terpampang foto empat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar dalam Pilkada 2020.
Owner Hokky Cake and Bakery Henni mengatakan, ide membuat kue yang diberi nama kue Pilkada itu tercetus atas keinginan untuk turut berpartisipasi memeriahkan Pilkada Serentak 2020, terutama pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.
"Jadi saya kepikiran bagaimana cara untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan cara kami sendiri tentunya, maka muncul ide untuk membuat kue Pilkada ini," kata Henni kepada merdeka.com, Selasa (8/12).
Dia menjelaskan, tidak hanya memeriahkan pesta demokrasi, dengan kue ini dia juga ingin mengajak masyarakat, terutama para pelanggannya untuk ikut memilih, alias tidak golput.
Adapun alasan memilih kotak surat suara sebagai bentuk kue, karena dianggap menjadi ikon atau identitas dalam Pemilu di Indonesia.
"Bentuk kotak suara persis menyerupai bentuk aslinya di mana tidak hanya kotak suara tapi juga ditambah dengan miniatur kertas suara yang sedang dimasukkan ke dalam kotak suara. Dan itu semua bisa dimakan," jelas Henni.
Bahkan dalam logo KPU yang ada di sisi kue juga disematkan tanggal Pilkada Serentak 2020, yakni 9 Desember 2020.
"Alasan kami mendekorasi kue dengan tanggal itu adalah supaya para pembeli bisa mengingat kapan Pilkada di selenggarakan di Provinsi Sumbar yaitu pada tanggal 9 Desember," ujar Henni.
Sedangkan untuk versi kue yang memasang foto empat paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, alasannya agar para pelanggan dapat lebih mengetahui para calon.
"Kenapa dipasang foto para Paslon yakni agar pembeli bisa mengenal dan mengetahui siapa saja calon pemimpin mereka yang dipilih pada Pilkada nanti," jelasnya.
Adapun bahan dasar kue tersebut, dia memilih bahan yang biasa digunakan untuk membuat kue Black Forest. "Ya, kue Pilkada ini secara umum berbentuk kotak atau persegi yang mana kue ini terdiri dari beberapa lapis. Kalau kue Pilkada yang besar bisa mencapai lima lapis dan yang kecil sebanyak tiga lapis," kata Henni.
Untuk proses pembuatan kue sendiri, pihaknya menghabiskan waktu sekitar enam jam untuk satu kue. Sedangkan untuk soal harga, ia mematok mulai dari Rp350 ribu hingga Rp700 ribu sesuai ukuran kue yang dipesan.
Baca juga:
VIDEOGRAFIS: Pasien Covid-19 Tetap Bisa Nyoblos Saat Pilkada 2020
Masih Pandemi, Mendagri Ingatkan Jangan Ada Kerumunan Saat Hari Pencoblosan
Jelang Pilkada Tangerang Selatan, Warga Mulai Cek DPT
KSP Pastikan Persiapan Pilkada 2020 Sudah Lebih dari Siap
Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Agam Siapkan Bilik Suara Khusus Pemilih Bersuhu Tinggi