Aipda MA bisnis sabu, Polda Palembang bakal evaluasi anggota
Menurut Djoko, pihaknya tak akan mentolerir anggota polisi yang terlibat dalam bisnis narkoba.
Penangkapan Aipda MA dalam kasus narkoba sepertinya menjadi cambuk bagi institusi polri, terutama di Polresta Palembang. Dikabarkan, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bakal mengevaluasi dan mengganti sejumlah petugas yang berdinas di Satres Narkoba Polresta Palembang.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo menegaskan, evaluasi dilakukan secara menyeluruh, baik dari tingkatan anggota hingga kepala satuan. Jika yang bersangkutan dinilai tidak layak masuk dalam satuan itu dipastikan akan dicopot.
"Kita akan cuci gudang (di Satres Narkoba Polresta Palembang). Yang bermasalah seluruhnya diganti, anggota yang bagus tidak diganti," tegas Djoko, Jumat (19/8).
Menurut dia, pihaknya tak akan mentolerir anggota polisi yang terlibat dalam bisnis narkoba, baik sebagai pemakai, pengedar atau bahkan berstatus sebagai bandar. Kasus Aipda MA menjadi awal untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan anggota lain dalam bisnis serupa.
"Kalau anggota yang kedapatan memakai narkoba apalagi jadi pengedar, siap-siap saja, langsung saya pecat," tegasnya.
Baca juga:
Propam Mabes Polri turun tangan dalami kasus narkoba Aipda MA
Bisnis sabu, Aipda MA terancam dipenjara seumur hidup
Ini kronologis Aipda MA ditembak karena tepergok bisnis narkoba
Bekingi sindikat sabu, Aipda MA baru mengaku polisi usai ditembak
Aipda MA diduga sudah lama geluti bisnis narkoba
Diduga kawal transaksi sabu 1 kg, Kanit Narkoba Palembang ditembak
Kasat Narkoba Polres Palembang benarkan anak buah terlibat narkoba