LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ahok suruh Dinkes tarik obat bius yang buat pasien Siloam meninggal

Menkes menegaskan masalah ini masih diinvestigasi.

2015-02-17 20:20:44
Kasus Malapraktik
Advertisement

Tak mau warganya ada yang menjadi korban, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sudah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk mengecek ke seluruh rumah sakit Jakarta. Dia tak mau ada obat anastesi Buvanest Spinal itu masih beredar luas.

"Saya sudah dapat laporan juga sih itu," kata Ahok, sapaan Basuki di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/2).

Ahok tak mau berkomentar lebih jauh siapa yang salah soal kasus ini. Dia hanya menegaskan, jangan sampai ada lagi rumah sakit yang tak teliti.

"Kayaknya udah ditarik ya, dinas sudah tahu," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa ini bermula saat dua orang pasien RS Siloam, pada 12 Februari, pria dan wanita harus menjalani tindakan operasi. Seperti SOP yang ada, dua pasien itu harus mendapat injeksi lebih dulu. Dalam proses injeksi yang dilakukan dokter anastesi, rupanya isi dan label anastesi Buvanest Spinal terjadi ketidakcocokan.

Keduanya mengalami gatal-gatal dan kejang. Sempat mendapat penanganan di ruang ICU, dua pasien itu akhirnya meninggal.

"Akibat ketidaksesuaian pemberian lebel pada kemasan berdampak pada pemberian obat. Setelah diinjeksi ternyata ada resistensi. Pasien mengalami gatal dan kejang," jelas Kepala Humas RS Siloam Karawaci, Heppi Nurfianto, sebelumnya.

Melihat reaksi yang tidak beres, pasien Urologi dan Obgyn (kandungan) itu langsung mendapat tindakan dan dibawa ke ruang Intensive Care Unit (ICU).

"Tapi beberapa saat kemudian dua pasien itu meninggal dunia bersamaan, yang melahirkan bayinya selamat. Jadi bukan salah suntik atau salah tindak. Kami sudah lakukan tindakan sesuai SOP yang berlaku. Kalau sesuai SOP bisanya akan minimal risiko, maka itu kami cek dari obat, kami konfirmasi ke Farmasi, ke distributor, dan ke perusahaan asal obat itu. Dan memang ditemukan ada kesalahan dari mereka makanya ditarik," jelasnya.

Baca juga:
Dinkes Tangerang larang RS pakai obat bius yang tewaskan 2 pasien
Bayi korban operasi RS Siloam selamat
2 Pasien tewas, RS Siloam minta keluarga tunggu hasil investigasi
Soal 2 pasien tewas di RS Siloam, Komisi IX DPR akan panggil Menkes
Kalbe Farma baru tarik Buvanest Spinal saat 2 pasien meninggal
DPR minta Menkes tarik semua obat bius produksi Kalbe Farma
Menkes akan tarik obat bius penyebab 2 pasien RS Siloam meninggal
Salah obat bius, 2 pasien RS Siloam meninggal

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.