LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ahok: Saya minta maaf ke KH Maruf Amin jika terkesan memojokkan

Basuki Tjahaja Purnama sempat berapi-api menanggapi kesaksian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin. Bahkan, dia pun mengancam akan melapor ke polisi jika Maruf berbohong dalam persidangan.

2017-02-01 15:00:54
Sidang Ahok
Advertisement

Basuki Tjahaja Purnama sempat berapi-api menanggapi kesaksian Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin. Bahkan, dia pun mengancam akan melapor ke polisi jika Maruf berbohong dalam persidangan.

Maruf dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum (JPU). Maruf dicecar soal pertemuan dengan calon gubernur DKI Agus Yudhoyono, serta komunikasi dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, pada 6 Oktober 2016.

"Jadi jelas tanggal 7 Oktober saudara saksi, saya berterimakasih ngotot bahwa saudara saksi tidak berbohong, tapi kalau berbohong kami akan proses secara hukum saudara saksi untuk membuktikan bahwa kami memiliki bukti," tegas Ahok, kemarin di persidangan.

Ahok minta maaf ke Maruf Amin ©2017 Merdeka.com

Advertisement

Rupanya ucapan Ahok ini mendapat reaksi keras. Mantan bupati Belitung Timur itu dinilai terlalu kasar berbicara dengan ulama. Tak ingin terus menjadi polemik, Ahok pun akhirnya meminta maaf.

Berikut klarifikasi dan permohonan maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada KH Maruf Amin, Rais Aam PBNU:

Bahwa saya ingin menegaskan bahwa apa yang terjadi kemarin merupakan proses yang ada dalam persidangan. Saya sebagai terdakwa sedang mencari kebenaran untuk kasus saya. Untuk itu saya ingin menyampaikan klarifikasi beberapa hal di bawah ini:

1. Saya memastikan bahwa saya tidak akan melaporkan KH Maruf Amin ke polisi, kalau pun ada saksi yang dilaporkan mereka adalah saksi pelapor, sedangkan Kiai Maruf bukan saksi pelapor, beliau seperti saksi dari KPUD yang tidak mungkin dilaporkan.

2. Saya meminta maaf kepada KH Maruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau, meskipun beliau dihadirkan kemarin oleh Jaksa sebagai Ketua Umum MUI, saya mengakui beliau juga sesepuh NU. Dan saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti.

3. Terkait informasi telepon Bapak SBY ke Kiai Ma'ruf tanggal 7 Oktober adalah urusan penasihat hukum saya. Saya hanya disodorkan berita liputan6.com tanggal 7 Oktober, bahwa ada informasi telepon SBY ke Kiai Maruf, selanjutnya terkait soal ini saya serahkan kepada penasihat hukum saya.

Demikian klarifikasi saya sampaikan, saya berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan persoalan dan saya juga berharap agar pihak-pihak lainnya tidak memperkeruh suasana.


Advertisement

Baca juga:
Mahfud MD tersinggung tudingan Ahok kepada Ma'ruf Amin
Tudingan ke Kiai Ma'ruf dianggap taktik Ahok pengaruhi publik
Ahok soal desakan minta maaf ke Maruf: Aku nggak ngerti, bingung gue
Ahok merasa diadu domba dengan Maruf Amin dan para ulama
Demokrat sindir Ahok: Kita tahu aparat yang punya perangkat sadap
Demokrat: Apa dasar Ahok tuduh SBY telepon Ketua MUI minta fatwa?


(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.