Ahok: Ketua Jakmania tidak bisa kontrol anak buah
Ahok menyebut aksi brutal sudah kurang ajar dan langkah Kapolda tepat menangkap mereka.
Laga pamungkas Piala Presiden yang mencatatkan Persib Bandung sebagai jawaranya, dicederai aksi brutal ratusan pemuda yang mengatasnamakan suporter Persija Jakarta yakni Jakmania. Ratusan orang ditangkap dan digelandang ke Polda Metro Jaya karena melakukan penyerangan dan terlibat bentrok dengan polisi.
Kejadian ini kontra produktif dengan perjanjian yang dilakukan Ketua Jakmania Richard Ahmad sehari sebelum partai final. Saat itu Richard menjamin bobotoh aman di Jakarta asal sopan. Jakmania tidak akan membuat keributan. Kenyataannya, bus bobotoh ditimpuki batu.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok melihat, perjanjian damai yang disampaikan ketua Jakmania pada dasarnya tidak bisa dijadikan jaminan tak ada kericuhan. Richard Ahmad dinilai tak mampu meredam Jakmania.
"Persoalan kita apa? Kita ngomong jujur ya, emangnya Jakmania ketumnya dipilih rakyak kayak partai? Enggak juga kan. Nah, bisa tidak dia kontrol anak buahnya? Tidak bisa kan!" kata Ahok di Balaikota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (19/10).
Ahok mengapresiasi ketegasan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dan Kodam Jaya meredam kekisruhan saat laga final Piala Presiden. Menurutnya, langkah polisi menangkap dan menggelandang suporter Jakmania untuk mendapat pembinaan lebih lanjut, sudah tepat.
"Makanya saya sangat berterimakasih sama Kapolda dan Kodam Jaya. Tangkap. Sudah kurang ajar itu! Kemarin itu sudah lihat tuh nongkrong di Patal Senayan naik motor, tangkepin saja," tegasnya.