Ahok akui pembangunan kereta cepat di Indonesia terlambat
"Kita ini terlambat. Tapi tentu kita harus menyambut baik dengan hadirnya kereta cepat," katanya.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui pembangunan kereta cepat di Indonesia terlambat. Tapi Ahok, sapaan akrabnya tetap mengapresiasi keberadaan transportasi modern ini karena akan menjadi era baru.
Hal itu disampaikan Ahok disela peletakan batu pertama atau groundbreaking kereta cepat Jakarta-Bandung, di kawasan perkebunan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (21/1).
"Kita ini terlambat. Tapi tentu kita harus menyambut baik dengan hadirnya kereta cepat. Kalau pembangunan ini dilancarkan, tentu akan menjadi era baru transportasi kita," ungkap Ahok yang mengenakan batik coklat tersebut.
Dengan hadirnya kereta cepat pertama di Indonesia, kemudahan logistik akan terbantu, selain untuk masyarakat itu sendiri. "Ini akan menjadi kemudahan logistik kita juga," terangnya.
Dia juga melanjutkan, dengan dimulainya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, ini akan memotivasi daerah lain untuk membangun moda transportasi yang efektif dan efisien tersebut.
"Ini akan memacu daerah lain untuk membuat juga," ujarnya.
Ahok hadir dalam peletakan batu pertama ini mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rencananya peletakan batu pertama akan dimulai pukul 10.30 WIB. Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa menteri kabinet kerja seperti Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia (PUPR),
Sedangkan beberapa kepala daerah turut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Baca juga:
Aset Pemprov DKI banyak yang hilang, salah siapa?
Disindir Yusril soal Satpol PP dan teroris, ini reaksi Ahok
Fitra sebut banyak tanah Pemprov DKI yang hilang, biro hukum lemah
Ahok: Aset DKI berpotensi hilang karena tak bersertifikat & digugat
Polisi dikeroyok warga, Ahok minta lurah pecat ketua RT/RW Berlan
Sindiran Ahok untuk guru malas dan sekolah di DKI yang jelek
Ahok soal penilaian Yuddy: Gurunya kasih nilai C, masa anaknya marah