LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ahli patologi sebut sianida bisa terbentuk sendiri setelah meninggal

Jika Mirna tewas akibat sianida, harusnya kadar sianida yang ditemukan di sampel lambung Mirna jauh lebih besar.

2016-09-05 18:31:41
Jakarta
Advertisement

Saksi ahli patologi forensik Prof Beng Beng ONG mengatakan sianida dalam tubuh manusia bisa terbentuk beberapa waktu setelah orang itu meninggal. Ahli yang dihadirkan dari Brisbane, Australia ini mengacu pada hasil simposium di bidang toksikologi forensik.

"Artikel ini mengatakan, dihasilkan sianida pasca-kematian telah didemonstrasikan terjadi dalam darah, otak, hati, rahim, dan isi lambung dan usus," papar Beng dalam persidangan perkara dugaan pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/9).

Beng menuturkan zat sianida dalam tubuh seseorang yang telah meninggal terbentuk setelah beberapa hari pasca-kematian seseorang. Adapun jumlah sianida yang dihasilkan sekitar 1 mikrogram per mililiter atau bila diterjemahkan sekitar 1 miligram per liter.

"Dari artikel ini, mungkin 0,2 miligram per liter pada barang bukti 5 (sampel lambung Wayan Mirna Salihin) dapat diakibatkan oleh dihasilkannya sianida pasca-kematian," tutur Beng.

Beng juga menambahkan, kalau Mirna meninggal akibat keracunan sianida, seharusnya kadar sianida yang ditemukan dalam sampel lambung Mirna jauh lebih besar. Apalagi sianida yang dimasukan ke dalam tubuh Mirna berasal dari sianida yang ada dalam es kopi vietnam yang diminumnya.

"Ketika sianida dimasukkan lewat mulut atau ditelan, maka kadar sianida yang ditemukan dalam lambung sangat tinggi. Selain lambung, yang ditemukan dalam empedu dan hati harusnya positif," terang Beng.

Berdasarkan hasil pemeriksaan toksikologi, kadar sianida tersebut tidak ditemukan dalam empedu dan hati Mirna. Selain itu, pada barang bukti nomor 4, yakni cairan lambung Mirna yang diambil 70 menit setelah meninggal, juga tidak ditemukan kandungan ion sianida, natrium, arsenik, dan pestisida.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.