LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Agus Rahardjo sebut KPK bisa OTT sebelum uang suap diterima penerima

"Kalau ada ada komunikasi iya bisa. Tapi, saya yakin penyidik yang menangani bisa," katanya.

2016-04-02 21:34:00
KPK
Advertisement

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan, dalam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) tidak harus uang itu diterima oleh penerima maupun perantara. Tapi, jika selama ada komunikasi, maka bisa dilakukan penangkapan.

Seperti halnya, yang terjadi pada PT Brantas Abipraya, Kamis, (31/3) kemarin. KPK melakukan operasi OTT tersebut, mengamankan dua orang dari PT Brantas Abipraya, kemudian seorang perantara yang diduga menyuap jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Di mana saat itu, petugas dari KPK baru melakukan tangkap tangan, ketika uang sebesar USD 148.835 baru saja datang dan ada di tangan Marudut, yang tidak lain sebagai perantara. Diduga uang tersebut akan diberikan pada seorang dari Kejaksaan Tinggi DKI.

Sehingga KPK tetap melakukan penahanan, sebab uang tersebut merupakan dari PT Brantas Abipraya, tidak lain yakni Sudi Wantoko dan Dandung Pamularno.

"Kalau ada ada komunikasi iya bisa. Tapi, saya yakin penyidik yang menangani bisa menemukan oknum jaksa yang diduga akan menerima uang suap itu," ujar Ketua KPK Agus Raharjo, di sela usai pemberian pemateri tentang korupsi di ITS, Surabaya, Sabtu (2/4).

Ketika disinggung, siapa jaksa tersebut, Agus mengaku, bahwa penyidik hingga sekarang masih melakukan penelusuran mendalami. "Minta waktunya, penyidik masih mendalami siapa orang itu," tandas dia.

Baca juga:
KPK sebut anggota dewan & penegak hukum paling banyak korupsi
Kebijakan pejabat negara tak berdaya dikangkangi duit korporasi
Tajamnya taring KPK semalaman sikat dua korupsi kakap
Demokrat puji KPK 1 hari dua kali tangkap tangan kasus besar
Fakta-fakta kasus suap Sanusi yang bikin KPK geleng-geleng
Ahok tegaskan reklamasi pantai utara Jakarta jalan terus

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.