LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Agung Laksono tak tahu ada aliran dana Rp 9 M ke DPR

Agung membantah terlibat memuluskan pencairan APBN untuk pelaksanaan PON XVIII Riau.

2012-07-06 12:02:40
Korupsi PON
Advertisement

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengaku dirinya tidak tahu menahu soal tudingan adanya aliran dana sebesar Rp 9 miliar ke DPR. Diduga dana tersebut untuk memuluskan pencairan APBN untuk pelaksanaan PON XVIII Riau.

"Itu saya tidak tahu," ujar Agung sebelum memasuki gedung KPK, Jumat (6/7) pagi.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu justru menegaskan jika dirinya tidak mangkir dari pemanggilan pemeriksaan KPK. "Intinya saya mengatakan saya tidak mangkir," ujarnya.

Agung datang ke KPK sekitar pukul 08.49 WIB. Dengan ada iring-iringan pengawalan menggunakan motor, Agung akhirnya memenuhi pemanggilan KPK setelah sempat mangkir dari pemeriksaan. Agung diperiksa sebagai saksi salah satu tersangka Lukman Abbas dalam kasus suap revisi Perda 6/2010 PON XVIII Riau.

Sebelumnya dalam persidangan kasus ini di Pekanbaru, Riau, Manager Operasional proyek pembangunan Main Stadium PON, Diki Aldianto dari PT Adhi Karya mengatakan bahwa perusahaannya telah mencairkan dana Rp 9 miliar lebih ke DPR untuk mempercepat cairnya dana APBN untuk PON.

Hal itu dikatakan Diki saat menjadi saksi di persidangan  dalam sidang lanjutan dugaan suap PON di Pengadilan Tipikor Pekanbaru Riau, Kamis (5/7). "Total uang yang diserahkan ke DPR RI sudah Rp9 miliar, itu kemungkinan agar APBN PON cair," kata Diki.

Peran Agung disebut-sebut karena diduga membantu mencairkan dana APBN untuk PON sebesar Rp 100 miliar. Apalagi Agung selaku Menko Kesra juga membawahi Kementrian Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang menganggarkan dana APBN untuk pelaksanaan olahraga ini.

Seperti diketahui, tim KPK ketika menangkap M Faisal Aswan anggota DPR Fraksi Golkar di rumahnya, Agung Laksono sedang memimpin rapat koordinasi yang dihadiri Gubernur Riau Rusli Zainal, Menpora Andi Mallarangeng dan sejumlah kementrian terkait. Saat itu diumumkan oleh Menpora mengenai bantuan APBN Rp 100 miliar untuk pelaksanaan PON Riau.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.