Harga sembako naik, Agung Laksono salahkan pedagang
"Padahal beras cukup, kebutuhan pangan tersedia, tidak ada alasan kekurangan," kata Menko Kesra Agung Laksono.
Harga kebutuhan pokok jelang Ramadan merangkak naik. Bahkan, stok pangan yang mencapai 2 ton ternyata tidak mampu mengendalikan harga.
Menko Kesra Agung Laksono meyakini, kenaikan itu terjadi akibat ulah pedagang yang memanfaatkan momen menjelang bulan Ramadan.
"Jadi semata-mata ada kelompok pedagang yang kemudian ingin memanfaatkan situasi yang memang ada peningkatan permintaan," kata Agung Laksono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/7).
Agung berharap tidak ada permainan harga kebutuhan pokok. Sebab, masyarakat akan menjadi pihak yang paling dirugikan.
"Padahal beras cukup, kebutuhan pangan tersedia, tidak ada alasan kekurangan bahkan cadangan melebihi dari yang sebelumnya," kata Agung Laksono.
Sebagai antisipasi, pemerintah berencana melakukan operasi pasar jika harga di pasaran melebihi angka 10 persen. Di samping itu, pemerintah meminta perusahaan-perusahaan untuk mengadakan pasar murah di titik-titik tertentu.
"Masyarakat didorong adanya pasar murah, mungkin ini suatu langkah positif kalau dilakukan secara serentak, apakah oleh perusahaan-perusahaan besar diimbau melakukan hal tersebut di samping BUMN yang ada," ujar Agung.(mdk/dan)