LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ada tokek, ular, biawak, dan kucing di pasar burung

'Diperbolehkan memang, sebenarnya bukan hanya burung saja. Intinya yang dijual adalah pet (binatang peliharaan) gitu.'

2013-12-05 10:53:59
Pasar
Advertisement

Berkunjung ke Pasar Burung Pramuka, Jakarta Timur, kita pasti akan disuguhkan ratusan berbagai macam burung. Mulai dari jenis untuk kontes hingga burung peliharaan biasa.

Nyatanya tidak hanya burung yang dijual. Salah satu toko yang berada di pojok belakang pasar tersebut, ada juga yang menjual aneka binatang reptil.

Toko milik Wanto (53), bisa dikatakan berbeda dengan pedagang lain di pasar burung. Tempat usaha miliknya malah menjual binatang, seperti ular, tokek, biawak bahkan kucing anggora.

Ia mengaku sebenarnya dulu pernah jual burung seperti yang lain. Namun, dirinya ingin mencoba peruntungan dengan cara lain. "Ya biar biar beda saja sama yang lain. Saya dulu juga sempat jual burung, tapi kita kan harus cari untung makanya jualannya beda," ujar Wanto di Pasar Burung Pramuka, Jakarta, Rabu (4/12).

Kakek satu cucu ini bahkan menganggap, pasar burung tersebut sama seperti pasar hewan lainnya. Selama dirinya berjualan bahkan tidak ada yang protes kepadanya. "Kecuali jualan anjing, soalnya di sini banyak Haji," terangnya.

Walaupun dagangannya berbeda, lanjut Wanto, untuk masalah pendapatan ternyata sama. Bahkan, pemasukan sebulannya bisa dikatakan besar. "Bisa puluhan juta (pemasukannya) kalau sebulan," ungkapnya.

Pria yang sudah berjualan di pasar burung selama 30 tahun ini, sudah 20 tahun menjual binatang selain burung. "Dulu, 10 tahun sempet juga jualan burung kaya yang lainnya," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pasar Burung Pramuka, Awaluddin tidak mempermasalahkan hal tersebut. Pasar itu nyatanya memang tidak dikhususkan sebagai penjualan burung.

"Diperbolehkan memang, sebenarnya bukan hanya burung saja. Intinya yang dijual adalah pet (binatang peliharaan) gitu," jelasnya saat dihubungi merdeka.com.

Meski begitu, ungkapnya, pasar yang sudah ada sejak tahun 70an itu tetap ramai. Bahkan pasar ini merupakan salah satu tujuan para wisatawan yang datang ke DKI Jakarta.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.