Ada Isu Pantai Utara Siaga Tsunami Via Pesan Berantai, Polisi Nyatakan Hoaks
Masyarakat pesisir pantai utara Karawang dibuat resah dengan beredarnya pesan berantai akan datangnya tsunami sepanjang pantai Karawang hingga Subang, Jawa Barat. Kabar itu beredar melalui pesan berantai melalui aplikasi percakapan.
Masyarakat pesisir pantai utara Karawang dibuat resah dengan beredarnya pesan berantai akan datangnya tsunami sepanjang pantai Karawang hingga Subang, Jawa Barat. Kabar itu beredar melalui pesan berantai melalui aplikasi percakapan.
Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengatakan, pesan yang tersebar melalui jejaring sosial Facebook dan pesan berantai melalui media sosial WhatsApp bahwa daerah pesisir utara Karawang mulai Pakisjaya hingga Cilamaya itu merupakan kabar bohong alias hoaks.
"Adanya pesan berantai melalui media sosial Itu tidak benar, ya. Itu hoaks," tegas Slamet, Senin (24/12).
Salah satu pesan itu berisi imbauan agar masyarakat Karawang yang mempunyai saudara untuk menghindari pantai seperti pantai Tanjungpakis, Tanjung baru, Samudra baru, Sedari, Pisangan dan pantai Cilamaya. Warga juga diminta waspada siaga tsunami.
Dalam pesan yang menyebar lewat media sosial itu, masyarakat juga diminta menjauhi lokasi pantai sejauh 20 kilometer.
Info itu juga dibantah Kapolres Karawang. Petugas yang berjaga di pantai utara Karawang telah melakukan pengecekan langsung terkait isu berantai yang beredar.
"Berkaitan dengan broadcast yang beredar, saya sampaikan, itu tidak benar," katanya Slamet lagi.
Slamet berpesan, masyarakat Karawang terutama yang bermukim sepanjang pantai utara untuk tetap tenang, tidak terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan dan dikaitkan dengan peristiwa tsunami yang berlangsung di wilayah Banten dan Lampung.
"Tetap tenang, tidak terpancing oleh isu yang disebar orang yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.
Baca juga:
Jokowi: Jangan Sampai Pelajar NU Terjebak Ahli Hoaks
Ketua KPI Sebut Media Mainstream Bisa Sebarkan Hoaks dari Media Sosial
OSO Sebut TKN Jokowi Harus Meng-Counter Hoaks-Hoaks yang Tidak Benar
Yusril Usulkan Timses Jokowi-Ma'ruf Bentuk Tim Hukum Siber
Azyumardi Azra: Ulama Tidak Boleh Menghina dan Umbar Kebencian
Jokowi Sebut Perlu Literasi Digital Agar Rakyat Tak Mudah Termakan Hoaks