LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ada 60 Inovasi Alkes Terkait Covid-19 Karya Anak Bangsa, Tapi Tidak Laku di Pasaran

Di tengah pandemi Covid-19 hampir seluruh negara berlomba menciptakan inovasi alat kesehatan sebagai upaya penanganan Covid-19. Termasuk Indonesia hingga saat ini berhasil menghasilkan sekitar 60 inovasi meliputi beragam alat kesehatan.

2020-08-31 19:47:00
Covid-19
Advertisement

Di tengah pandemi Covid-19 hampir seluruh negara berlomba menciptakan inovasi alat kesehatan sebagai upaya penanganan Covid-19. Termasuk Indonesia hingga saat ini berhasil menghasilkan sekitar 60 inovasi meliputi beragam alat kesehatan.

Hal itu disampaikan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN, Ali Ghufron Mukti saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, pada Senin (31/8).

Walaupun Indonesia berhasil membuat berbagai inovasi baik yang dalam uji coba maupun siap pakai, seperti Alat Pelindung Diri (APD), Hand Sanitizer, termasuk alat rapid test dan PCR. Namun Ali mengungkapkan hampir seluruh inovasi tersebut tidaklah laku di pasar Indonesia.

Advertisement

"Tetapi meski semuanya menarik dan dengan semuanya inovasi dalam waktu 4 bulan itu lebih dari 60 inovasi terkait alat kesehatan, test kit, dan terkait Covid-19. Apa yang terjadi ternyata belum banyak dipakai, belum banyak dipesan, belum banyak dibeli," katanya.

Menurutnya, permasalahan di Indonesia bukan pada masalah inovasi tetapi ada pada membangun kerjasama untuk menciptakan kemandirian ekonomi dengan cara memakai produk buatan dalam negeri sendiri.

"Nah kita ini inovasi sudah ada tapi tidak optimum dipakai, kenapa bisa tidak dipakai ya mungkin masih kurang sreg kayaknya," tuturnya.

Advertisement

Selanjutnya bahkan, Ali sempat juga menyinggung bahwa sampai saat ini masih belum ada rumah sakit yang tertarik secara mandiri untuk membeli produk-produk kesehatan buatan dalam negeri.

"Tetapi sekali lagi kalau kita tanya sudah berapa rumah sakit yang beli mungkin belum yang untuk dipakai. Kecuali dikasih atau dana kolektif dari masyarakat. Tetapi kalau beneran beli belum ada," katanya.

Namun demikian, Ali tetap merasa optimis dan meminta kepada seluruh peneliti untuk tetap mempertahankan ekosistem inovasi sebagaimana masa Pandemi Covid-19 yang begitu baik dengan berbagai temuan yang berguna bagi masyarakat.

"Tetapi yang menarik lagi dalam kondisi seperti ini semuanya bisa bekerja keras bisa menghasilkan sesuatu. Termasuk izin yang mudah, tetapi ini semua dilakukan dalam kondisi terpepet nah bagaimana kalau kondisi kembali normal, itu pertanyaan. Maka saya mengharapkan bagaimana ekosistem yang bagus ini harus tetap dilanjutkan walaupun Covid-19 sudah tidak ada," imbuhnya.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.