LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ada 2.000 desa di Jateng sampai kini belum dialiri listrik

Hal ini terjadi karena banyak rumah yang berada di wilayah pegunungan sulit terjangkau listrik.

2016-04-06 04:29:00
Krisis Listrik
Advertisement

Berdasarkan data Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah (Jateng) terdapat sebanyak 2.000-an dusun di Jateng yang sampai saat ini belum teraliri oleh listrik. Hal itu terjadi karena sebagian besar wilayah ribuan dusun yang belum teraliri listrik itu berada di kawasan pegunungan dan hutan-hutan.

"Di Jateng hampir sebanyak 2.000-an yang belum teraliri listrik. Wilayahnya menyebar dan sebagian besar berada di pegunungan-pegunungan yang dibatasi oleh kawasan hutan-hutan belantara," tegas Kabid Tenaga Listrikan Dinas ESDM Jateng, Edy Sucipto usai Diskusi Daulat Energi tahun 2017 di Kota Semarang, Jawa Tengah Selasa (5/4).

Edy Sucipto menjelaskan, untuk berupaya membangun jaringan listrik tersebut, ESDM Jateng sudah mengalokasikan sebanyak Rp 4.700.080.000 miliar untuk pembangunan jaringan listrik sebanyak 21.364 jaringan, di delapan kabupaten/kota yang ribuan dusunnya belum teraliri listrik tersebut.

Ke delapan Kabupaten yang dusun-dusunya belum teraliri listrik itu adalah di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Pati, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Brebes.

"Adanya pembangkit listrik diharapkan dapat mengentaskan dusun-dusun yang belum teraliri listrik. Setiap tahunnya kita bangun jaringan. Memang mahal. Satu tahun hanya bisa untuk 10 hingga 20 dusun. Karena ini terkait dengan ketersediaan anggaran APBD," jelasnya.

Edy Sucipto membeberkan, dari catatan ESDM Jateng, bantuan listrik hemat dan murah untuk keluarga kurang mampu selama satu tahun di 2015 terdapat di 17 kabupaten di Jateng sudah mencapai 1.000 unit rumah di 58 desa yang tersebar di 17 kabupaten di Jateng.

"Terbanyak adalah Kabupaten Blora, dengan 75 unit rumah di dua desa, disusul Kabupaten Kebumen dengan 67 unit rumah di dua desa, dan terakhir di Kabupaten Purworejo dengan 66 unit rumah di satu desa," jelasnya.

Edy Sucipto membeberkan, untuk pembangunan sendiri jaringan listrik pedesaan selama tahun 2015 sudah dilakukan di tujuh kabupaten, dengan total 18.638 jaringan, dengan 9.148 Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan 9.490 Jaringan tegangan Rendah (JTR).

"Rinciannya adalah di Kabupaten Banjarnegara (4.519 jaringan), Kabupaten Blora (1.605 jaringan), Kabupaten Brebes (3.134 jaringan), Kabupaten Kebumen (2.143 jaringan), Kabupaten Wonosobo (1.834 jaringan), Kabupaten Magelang (2.753 jaringan), dan Kabupaten Wonogiri (2.650 jaringan)," rincinya.

Sementara itu, Anggota DPD RI Jawa Tengah, Denty Eka Widi Pratiwi pada kesempatan yang sama mengungkapkan, penyusutan cadangan minyak bumi yang terjadi belakangan ini memaksa Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus menciptakan program energi baru terbarukan.

"Salah satunya adalah dengan pembaharuan energi yang bisa diterapkan dengan mengolah tumpukan sampah menjadi biogas. Pengelolaan sampah bisa menjadi energi terbarukan," ujarnya.

Salah satu contoh yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah pusat adalah dengan memanfaatkan energi biogas dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau pusat pembuangan sampah menjadi energi alternatif biogas.

"Apalagi dapat menjadi percontohan masyarakat di Jawa Tengah, sampah yang jadi masalah klasik di rumah tangga dapat dikelola menjadi biogas yang akan berguna bagi energi alternatif di masyarakat," terangnya.

Selain mendorong energi baru terbarukan, Denty mengaku, pihaknya juga telah mendesak kepada pemerintah untuk membuat pembangkit-pembangkit listrik dengan beragam pembangkit.

"Banyak model dan jenis pembangkit listrik alternatif lain serta energi listrik dengan pembangkit listrik dengan jenis terbarukan seperti energi listrik tenaga air, energi listrik tenaga uap, energi listrik tenaga matahari dan lain-lainya," pungkasnya.(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.