LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ada 1.000 Lebih WNI Terkontaminasi ISIS, Pemerintah Diingatkan Jangan Kecolongan Lagi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj tidak menampik pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyatakan bahwa 187 WNI diduga terlibat jaringan teroris internasional. Dia menjelaskan terdapat 1.000 lebih WNI yang tergabung dan menjadi simpatisan ISIS.

2020-01-11 19:12:00
WNI gabung ISIS
Advertisement

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj tidak menampik pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyatakan bahwa 187 WNI diduga terlibat jaringan teroris internasional. Dia menjelaskan terdapat 1.000 lebih WNI yang tergabung dan menjadi simpatisan ISIS.

"Iya, kalau saya katakan 1.000 lebih yang bergabung ISIS saya tahu," kata Said Aqil di Gedung PGI, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1).

Said pun mengingatkan pemerintah untuk mengurus hal tersebut dan meminta para WNI yang terkontaminasi jaringan teroris harus disaring kembali.

Advertisement

"Menurut saya, lihat dulu, mereka sudah betul-betul menyesali, betul-betul kalau kembali pulang berjiwa nasionalis, silakan. Mereka kan meninggalkan Indonesia dalam rangka membangun khilafah di sana," kata Said.

Pemerintah kata Said harus terus tegas terkait program deradikalisasi. Jangan sampai para WNI terkontaminasi kembali. "Harus betul-betul serius menanganinya. Jangan cuma abal-abal. Nanti kecolongan. Alasan kecolongan, minta maaf," cetusnya.

Advertisement

Bantah Benturan Peradaban

Said juga menolak tesis benturan peradaban pasca keruntuhan Uni Soviet yang dicetuskan oleh Ilmuwan Politik Amerika Serikat (AS), Samuel P. Huntington. Menurut dia, benturan Islam dengan budaya lain hanya berlaku di negeri Timur Tengah. Tesis ini tidak mempan terhadap bangsa Indonesia yang majemuk.

"Bahwa setelah bubarnya komunis yang terjadi adalah perang peradaban, agama dan suku. Mari kita tunjukkan barangkali di Timur Tengah ente berhasil, tapi di Indonesia jangan harap berhasil," ucapnya.

"Kita buktikan teori Samuel Huntington tidak terjadi di Indonesia, gagal,"katanya.

Menurut Said, hal itu karena bangsa Indonesia telah mapan. Dan telah kelar dengan perdebatan mengenai perbedaan. "Karena perbedaan agama, permusuhan karena perbedaan suku sudah selesai," tegas dia.

Tesis Huntington termaktub dalam karya magnum opus dengan judul Benturan Antarperadaban dan Masa Depan Politik Dunia atau dalam judul asli dikenal dengan The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order.

Buku ini menjadi kajian sekaligus perdebatan bertahan-tahun para ilmuwan politik yang membahas mengenai relasi Islam dengan dunia Barat. Utamanya pasca tragedi 9/11 atau serangan teroris terhadap Gedung World Trade Center (WTC) di New York, AS pada 11 September 2001.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.