ACT kirim 1.000 ton logistik untuk korban gempa dan tsunami Sulteng
1.000 ton bantuan kemanusiaan itu, lanjutnya, 500 ton diantaranya berupa beras yang dikumpulkan langsung dari Kabupaten Blora dan sekitarnya, yang dipanen oleh petani lokal binaan Global Wakaf-ACT melalui program Lumbung Pangan Wakaf (LPW).
Bekerjasama dengan PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyebarangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero), Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberangkatkan KM Melinda berisi 1.000 ton logistik untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Senin (8/10) hari ini.
Kapal kemanusiaan itu diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur menuju Pelabuhan Tapia, Palu, Sulteng, dan dilepas langsung oleh Senior Vice President ACT, N Imam Akbari dan Rudi Hanafiah selaku General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Surabaya.
"Bantuan logistik dan pangan ini terus didistribusikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Hari ini kami memberangkatkan 1.000 ton logistik," kata N Imam Akbari yang juga presiden Global Wakaf ini dalam sambutannya.
1.000 ton bantuan kemanusiaan itu, lanjutnya, 500 ton diantaranya berupa beras yang dikumpulkan langsung dari Kabupaten Blora dan sekitarnya, yang dipanen oleh petani lokal binaan Global Wakaf-ACT melalui program Lumbung Pangan Wakaf (LPW).
"Sementara 500 ton sisanya berupa sembako, air mineral, obat-obatan, pakaian baru, paket sanitasi, kebutuhan pangan bayi dan balita, selimut, tenda, dan lainnya," jelasnya.
Pihaknya juga mengirim beberapa unit mobil ambulance. Menurut Imam, dampak bencana Palu dan Donggala amat besar.
"Oleh karena itu kami juga berikhtiar besar untuk mendampingi warga terdampak di masa tanggap darurat ini. Evakuasi dan layanan medis masih berlangsung," sambungnya.
Berbagai jenis bantuan pangan dan logistik ini dihimpun dari masyarakat Indonesia, tak hanya dari Blora. Tapi juga daru Ngawi, Bojonegoro, Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, dan Surabaya.
Semuanya, kata Imam, dihimpun sejak Rabu pekan lalu hingga Minggu (7/10) kemarin di gudang Indonesia Humanitarian Center (IHC) Surabaya yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak. "Ini menandakan betapa besarnya empati dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap derita saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di Palu dan sekitarnya," tandas Imam.
Sementara General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Surabaya, Rudi Hanafiah mengatakan, pihaknya memiliki armada yang cukup memadai dan efektif untuk menjangkau lokasi bencana di seluruh Indonesia. "Secara khusus kami memiliki kapal dan kapasitas angkut secara besar, oleh sebab itu kami perlu bekerja sama dengan pihak yang lebih berpengalaman (ACT) dalam pendistribusian bantuan ke lokasi bencana," kata Rudi.
Baca juga:
BNPB ajukan Rp 500 M ke Kemenkeu untuk masa tanggap darurat gempa Palu-Donggala
Cerita Mega bersama anaknya kena gempa saat liburan di Jepang
Soal bencana gempa & tsunami, Megawati harap sistem peringatan dini beroperasi
Sepekan lebih usai gempa dan tsunami, layanan SIM di Sulteng kembali dibuka
Mengamankan harta sisa gempa