LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Acara Pernikahan dan Pemakaman, 361 Warga Pedalaman di Kaltara Positif Covid

Ia mengatakan bahwa kontak erat yang terjadi pada warga Apau Kayan adanya acara pernikahan dan ada upacara orang meninggal dunia.

2021-07-10 12:33:00
Covid-19
Advertisement

Sebanyak 361 warga pedalaman wilayah Apau Kayan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia terpapar Covid-19.

"Jumlah warga Apau Kayan yang positif Covid-19 sebanyak 361 orang, penyebarannya disebabkan kontak erat," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Usman saat dihubungi dari Tarakan, dilansir Antara, Sabtu (10/7).

Ia mengatakan bahwa kontak erat yang terjadi pada warga Apau Kayan adanya acara pernikahan dan ada upacara orang meninggal dunia. "Saat ini tim kesehatan dari Pemkab Malinau dan Pemprov Kaltara sudah dikirim ke lokasi," kata Usman.

Advertisement

Tim tenaga kesehatan yang dikirim ke lokasi menggunakan transportasi pesawat perintis sebanyak 19 orang dengan membawa peralatan medis dan obat-obatan. Selain dari tenaga kesehatan, ikut pula tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kaltara (BPBD) mereka membawa masker serta Alat Pelindung Diri (APD).

Sementara itu, Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris mengatakan jumlah warga Apau Kayan yang meninggal dunia sebanyak delapan orang. "Saya sudah mendapatkan laporan bahwa ada delapan warga Apau Kayan yang meninggal dunia," kata Norhayati.

Dia meminta pada Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk meneliti apakah Covid di wilayah Apau Kayan ini merupakan varian baru, karena penyebarannya cepat sekali.

Advertisement

"Jadi doa kita itu bukan (varian baru). Saya juga prihatin dengan warga di sana (Apau Kayan), sudah daerah perbatasan, kemudian transportasinya hanya menggunakan pesawat perintis," kata Norhayati.

Selain itu, tenaga kesehatan di kawasan tersebut jumlahnya terbatas di saat wabah Covid-19 melonjak di Apau Kayan. Dikatakannya bahwa di Apau Kayan hanya memiliki dua orang dokter dan hanya beberapa orang tenaga kesehatan. Dari tenaga kesehatan yang ada, sudah ada yang terpapar Covid-19.

Baca juga:
Pentingnya Mewaspadai Gejala Usai Masa Isolasi Covid-19
Dishub DKI Minta Anggaran Jalur Sepeda Tak Kena Refocusing untuk Penanganan Covid-19
PPP Nilai Saran Gedung DPR Jadi RS Darurat Covid-19 Tidak Rasional
PKB: Gedung DPR Dijadikan RS Darurat Tak Selesaikan Masalah
RS Penuh, Pasien Positif Covid-19 Meninggal di Mobil
Kritik Ibas Dinilai Mengingatkan Pemerintah supaya Optimal Menangani Pandemi Covid-19

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.