LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Abrasi di Bali disebabkan kerusakan 12 persen terumbu karang

Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali, Gede Suarjana mengungkapkan kerusakan terumbu karang di seluruh Bali sudah mencapai 12 persen dari luasan 7.200 hektare.

2018-04-11 22:00:00
pencemaran lingkungan
Advertisement

Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali, Gede Suarjana mengungkapkan kerusakan terumbu karang di seluruh Bali sudah mencapai 12 persen dari luasan 7.200 hektare.

Terumbu karang di Bali, adalah salah satu tempat wisata favorit yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Suarjana, juga menjelaskan, penyebab terjadinya kerusakan terumbu karang ada banyak faktor.

Pertama, mulai dari perubahan suhu air yang diakibatkan oleh efek global warming. Kedua, Pencemaran atau limbah lingkungan yang datang dari darat atau lumpur sungai. Ketiga lapisan minyak yang kemungkinan terjadi dari limbah kapal laut, dan para perenang atau Snorkeling pemula yang tidak memperhatikan terumbu karang saat mereka di sekitar terumbu karang.

Advertisement

"Mari kita mawas diri, karena terumbu karang ini sangat berguna sekali bagi kehidupan kita," tuturnya.

Suarjana juga memaparkan akibat kerusakan terumbu karang tersebut, dampak alaminya adalah terjadinya abrasi di seluruh pantai di Bali. Saat ini, pantai yang telah mengalami abrasi di Bali mencapai 181,7 KM.

"Tingkat abrasi kita sangat tinggi sekali, sudah hampir 181,7 KM. Tetapi yang sudah parah itu 87,1 KM. Mulai, dari Denpasar, Baduang, Pantai Candidase di Karangasem, Jembrana Cupel, dan Buleleng, kemudian klungkung, dan masih ada lainnya," ungkapnya.

Advertisement

Menurut Suarjana, yang harus diketahui terumbu karang kegunaannya juga bisa menyerap Gas Rumah Kaca (GRK) yang kemudian mengasilkan CO2 atau zat kapur yang dapat mengurangi penyebab pemanasan global, selain itu untuk menjaga ekosistem di laut.

"Kalau mati, tidak akan bisa menyerap CO2, dan di samping itu keanekaragaman hayati kita pastinya berkurang," ujarnya.

Masyarakat diharpakan untuk tidak sembarangan membuang sampah atau limbah. Selain itu, para perusahaan pengelolah limbah juga harus memperhatikan hal tersebut.

"Saya juga menginginkan, para instansi yang menangani terumbu karang buatlah unit-unti percontohan atau pengelolaan terumbu karang yang baik. Kemudian, dana-dana CSR (perusahaan) yang menggunakan pantai, buatlah terumbu karang (buatan). Kemudian pusat (Pemerintah) curahkan APBN-nya untuk membuat terumbu karang," paparnya.

Baca juga:
ESDM dan KLHK cari cara agar kasus tumpahan minyak tak terulang
Puluhan penyu mati di Pantai Belacan karena telan limbah aspal
21 Penyu di Perairan Paloh mati keracunan tar aspal
22 Saksi diperiksa, belum ada tersangka kasus tumpahan minyak di Balikpapan
Polisi bawa sampel tumpahan minyak di Pulau Pari untuk uji lab
Pemerintah siapkan sanksi atas insiden minyak tumpah di Teluk Balikpapan

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.