LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

ABG 14 tahun diperkosa bapak, dijual anggota TNI & dijadikan PSK

Nasib buruk yang diterimanya seolah tak ada putusnya. Lepas dari satu derita, berpindah ke derita lainnya.

2015-02-28 07:27:00
human trafficking
Advertisement

Nasib malang menimpa ABG berusia 14 tahun warga Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Di usianya yang masih belia ini, dia harus menjalani kehidupan yang benar-benar pahit. Dunia hitam seolah sudah menjadi rumah keduanya.

Keberadaannya sebagai pekerja seks komersial bukanlah cita-cita si Bunga. Andaikan dia bisa memilih takdir, pastilah dia lebih senang menjalani kehidupan normal, sekolah, mengasah bakat, ikut les dan pastinya mendapat cinta dan kasih sayang keluarga.

Tetapi apa yang dijalaninya saat ini jauh dari harapannya. Nasib buruk yang diterimanya seolah tak ada putusnya. Lepas dari satu derita, berpindah ke derita lainnya.

Kegadisannya direnggut oleh sang paman. Dia dijadikan budak seks hingga beberapa waktu lamanya. Karena tak tahan, Bunga lantas nekat mencuri uang nenek Rp 150 ribu untuk pergi ke Palembang menemui ayahnya berinisial U.

Di sini, Bunga bukannya mendapat perhatian dan kasih sayang dari ayah. U malah tega memperkosa Bunga selama seminggu dia tinggal bersama.

Dia lantas kabur dan bermaksud menemui teman sekampungnya yang tinggal di Indralaya, Ogan Ilir. Di jalan dia bertemu anggota TNI berinisial YM, bukannya menolong dia malah memperkosa dan akhirnya menjual Bunga ke germo.

Bagaimana kisah lengkapnya? Berikut ulasannya:

Dipaksa layani nafsu bejat ayah

Setelah tak tahan menjadi budak seks paman sendiri, Bunga kabur dari rumah dan pergi menyusul ayah di Palembang. Bukannya mendapat perlindungan, dia malah diperkosa ayahnya berinisial U. Selama seminggu tinggal di rumah ayahnya, dia harus melayani nafsu ayah kandungnya dengan paksa.

"Seminggu saya di rumah ayah, saya diperkosa terus. Tidak di Baturaja, tidak di Palembang, saya diperkosa, bahkan oleh ayah kandung," ungkapnya di Mapolresta Palembang, Jumat (27/2).

Tak tahan dengan perlakuan kasar ayahnya, dia kabur dan bermaksud menemui teman sekampungnya yang tinggal di Indralaya, Ogan Ilir. Namun di mulai dari daerah itu, dia menjadi pelacur setelah dijual oknum anggota TNI.

"Nasib saya memang tidak beruntung. Tapi, saya tetap bertahan hidup," tukasnya.

Advertisement

Jadi PSK sehari layani 5 pria hidung belang

Selama menjadi pelacur, bocah malang ini harus melayani sedikitnya lima pria hidung belang setiap hari. Bunga akhirnya berhasil kabur dari tempat pelacuran di Indralaya, Ogan Ilir, dan langsung melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (27/2).

Kepada petugas, korban mengaku harus menjadi pelacur sejak dijual ke seorang germo oleh anggota TNI yang baru dikenalnya pada 11 Februari 2015 lalu. Dalam keadaan terpaksa, dia harus meladeni pria hidung belang yang membookingnya.

"Paling sedikit ada lima orang yang saya layani. Itu setiap hari, tak pernah libur," ungkap Bunga, Jumat (27/2).

Advertisement

Pasang tarif Rp 120 ribu sekali kencan

Satu kali transaksi Bunga memasang tarif minimal Rp 120 ribu. Dari uang itu, tidak sepenuhnya dapat dikantonginya karena harus membayar uang sewa kamar sebesar Rp 20 ribu per transaksi.

"Uang itu saya simpan dan untuk biaya makan. Germonya ngambil Rp 20 ribu buat sewa kamar," kata dia.

Layani 30 tukang becak, main di hotel hingga kolong jembatan

Setelah berhasil melarikan diri dari tempat pelacuran di Indralaya, Ogan Ilir, harapan Bunga untuk hidup normal terbuka lebar. Sayang, dia terpaksa kembali menjual diri lantaran uang pegangannya sudah habis.

Bunga mengaku tiba di Palembang, Selasa (24/2) malam. Lantaran tak ada tempat tujuan, dirinya terpaksa bermalam di Jembatan Ampera. Di sana, dia ditawari para tukang becak untuk berhubungan badan.

Sempat terbersit menolaknya. Namun, keinginannya itu bertolak belakang dengan kondisinya saat itu. Dia terpaksa kembali menjual diri.

"Bagaimana lagi pak, duit sudah habis. Lagi pula, ke mana lagi harus pergi," ungkap Bunga di Mapolresta Palembang, Jumat (27/2).

Seingatnya, selama tiga hari berada di Palembang, dia sudah melayani lebih dari 30 tukang becak. Dia sengaja tidak mematok harga tinggi karena harapannya bisa makan.

"Ada 15 ribu, ada 50 ribu. Tak tentu. Yang penting bisa makan. Mainnya kadang di hotel, kadang di bawah Ampera," kata dia.

Digilir gerombolan anak Punk

Saat malam ketiga di Palembang, Kamis (26/2), Bunga didatangi gerombolan anak punk. Mereka bermaksud mengajak korban berhubungan badan. Karena takut dan tak pernah bersetubuh lebih dari satu pria, Bunga takut dan mencoba melarikan diri.

Sial, pelaku yang berjumlah banyak berhasil menangkapnya dan membawanya ke tempat sepi di bawah jembatan itu. Di sanalah, dia menjadi korban perkosaan bergilir.

"Tidak tahu berapa orang, saya tidak ingat. Tapi, setahu saya, mereka anak-anak punk yang ngakunya senang ngisap aibon," kata dia.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.