LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Abdullah bantai istri & anaknya pakai 2 parang dan cutter

Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hampir dipastikan Abdullah sebagai pelaku tunggal.

2015-08-04 17:40:11
Pembunuhan
Advertisement

Tiga buah benda tajam menjadi alat bagi Abdullah (50) untuk menghabisi istri dan anaknya, Wiwik Halimah (48) dan Putri Saridevi (16).‬ Dua parang masing-masing berukuran 50 Cm dan 40 Cm terlihat berlumuran darah. Bahkan bagian ujungnya masih basah oleh darah.

Selain itu juga ditemukan, sebuah cutter berkarat yang diduga digunakan untuk menganiaya korban. Khusus cutter berada di dekat jenazah Wiwik Halimah.



"Ada sayatan di muka terutama di dekat mulut korban Wiwik," kata AKP Wahyu Hidayat, Kasatreskrim Polres Malang di Kepanjen, Selasa (4/8).

Wahyu mengungkapkan, berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hampir dipastikan Abdullah sebagai pelaku tunggal. Namun karena belum ada pemeriksaan, terduga pelaku belum bisa ditetapkan sebagai tersangka.



"Dari keterangan saksi di TKP, korban ibu dan anak penuh luka, sementara pelaku (Abdullah) tidak mengalami luka sama sekali," kata Wahyu.

Selain itu, kata Wahyu, saat warga memadamkan api, rumah dalam kondisi terkunci. Sehingga tidak ditemukan pelaku lain. "Bisa dipastikan Abdullah sebagai pelaku tunggal," katanya.

Advertisement



Selain parang juga disita, jeriken yang sudah terbakar. Sarung dan beberapa potongan kain bersimbah darah.

Atas perbuatan tersebut, polisi bakal menjerat Abdullah dengan Pasal 44 Undang-Undang 23 Tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Selain itu juga dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak pasal penganiayaan yang menyebabkan kematian korban.

"Hampir dipastikan, 99 persen kekerasan tersebut dilakukan oleh Abdullah," tegasnya.

Sementara itu, kondisi korban Abdullah masih kritis di rumah sakit Saipul Anwar Kota Malang. Pelaku masih harus menjalani cuci darah akibat cairan kimia, bensin dan obat asma yang sudah masuk ke lambung.

"Pelaku melakukan cuci darah, kondisinya masih kritis akibat minum obat asma dan bensin. Belum sadar, masih kritis," katanya.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.