LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

97,2 Persen Pasien di Jateng Meninggal Terpapar Covid-19, Mayoritas Lansia

Selain soal vaksinasi, Ganjar juga meminta Kabupaten/Kota tidak abai pada tracking dan tracing. Beberapa daerah lanjut Ganjar rendah terkait tracking dan tracing ini.

2021-08-10 06:02:00
Corona di Indonesia
Advertisement

Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Tengah sekaligus Pj Sekda Jateng, Prasetyo Ariwibowo menyatakan, 97,2 persen pasien lansia diketahui meninggal dunia akibat terpapar virus corona. Tingginya angka kematian para pasien yang terinfeksi Covid-19 lantaran dipicu kondisi mereka yang belum disuntik vaksinasi.

"Dari 10 rumah sakit di Jateng yang diteliti, ditemukan fakta 97,2 persen kasus kematian di rumah sakit terjadi pada pasien yang belum divaksin," kata Prasetyo, Senin (9/8).

Dia menyebut sebagian besar lansia yang meninggal dunia dengan usia rata rata 45-65 tahun. Menurutnya angka kematian pada kalangan lansia telah mencapai 58,4 persen.

Advertisement

"Penelitian juga menemukan sebanyak 87 persen kasus kematian di rumah sakit terjadi pada pasien kategori rentan, diantaranya lansia dan mereka yang memiliki komorbid," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh bupati dan walikota supaya fokus pada penyuntikan vaksinasi pada kelompok rentan. Maka dia, memerintahkan kepada setiap daerah guna menyasar kelompok-kelompok tersebut.

"Makanya kita ubah cara vaksinasi di Jateng. Sekarang kita cari daerah yang penduduknya banyak, lansianya banyak, komorbidnya banyak. Itu yang diprioritaskan jadi sasarannya," kata Ganjar Pranowo.

Advertisement

Seluruh Bupati/Wali Kota fokus pada vaksinasi kelompok rentan itu. Vaksin yang diberikan ke daerah, diminta menyasar kelompok-kelompok tersebut.

"Sementara yang dari TNI/Polri bisa menyasar yang umum. Sehingga lebih enak pembagiannya. Biar tidak berebut pada ceruk yang sama," ujarnya.

Jika tidak ada pembagian, maka vaksinasi jadi tidak terarah. Apalagi, karena ingin banyak-banyakan vaksinasi, mereka membuka sentra vaksinasi yang justru menimbulkan kerumunan.

"Saya minta kabupaten/kota menyiapkan sentra-sentra vaksinasi yang lebih kecil lagi, sehingga mudah diakses masyarakat. Misalnya di kelurahan, kantor desa dan sebagainya sehingga distribusi kita jadi lebih banyak," jelasnya.

Selain soal vaksinasi, Ganjar juga meminta Kabupaten/Kota tidak abai pada tracking dan tracing. Beberapa daerah lanjut Ganjar rendah terkait tracking dan tracing ini.

"Umpama tadi Brebes, kenapa rendah mereka jawab tidak punya PCR. Maka saya usulkan dingenjot pakai antigen atau kalau tidak pengadaan peralatan. Rembang juga sama, tapi alasan mereka karena yang positif sedikit, maka tracingnya menurun. Tapi kita harus cermat apakah itu benar karena menurun atau karena kita tidak melakukan sesuatu. Saya minta teman-teman Bupati/Wali Kota memperbaiki diri semuanya," pungkas Ganjar.

Baca juga:
Menkes: Covid-19 akan Hidup Cukup Lama Bersama Kita
Gandeng Mahasiswa, Polri Bagikan Bansos PPKM Level 4 di Tangsel
Pemerintah Perpanjang PPKM Level 4 di Luar Jawa-Bali Hingga 23 Agustus 2021
Ini Daftar Kabupaten/Kota di Luar Jawa-Bali Berstatus PPKM Level 4
Wagub DKI Harap Perpanjangan PPKM Level 4 Turunkan Angka Covid-19 di Jakarta
Luhut: Tidak Perlu Jumawa Covid Sudah Selesai, Masih Jauh
8,5 Juta Warga Jakarta Telah Terima Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.