LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

93 Petugas Pengawas Pemilu Alami Musibah, Mulai Kecelakaan Hingga Meninggal Dunia

Dia menyebut jajaran pengawas yang mengalami musibah kebanyakan merupakan pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) sekitar 47 orang, pengawas tingkat kelurahan atau desa mencapai 26 orang, staf sebanyak 13 orang, dan Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) mencapai 7 orang.

2019-04-22 22:55:23
Pemilu 2019
Advertisement

Sebanyak 93 pengawas Pemilu di Jawa Tengah (Jateng) mengalami musibah selama menjalankan tugas mengawasi pelaksanaan Pemilu 2019. Musibah yang mereka alami itu bermacam-macam, mulai dari sakit, kecapean, kelelahan, bahkan ada yang meninggal dunia.

"Ada dua orang yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan lalu-lintas saat mengawal logistik Pemilu," kata Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Jateng, Sri Sumanta, Senin (22/4).

Sumanta menambahkan dua pengawas yang meninggal dunia itu, yakni Muchtarom yang bertugas di TPS 8 Desa Kalisemo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, dan Suroso yang bertugas mengawasi pemilu di Desa Wirongan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.

Advertisement

Sementara itu, pengawas di Jateng yang mengalami sakit hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit mencapai 17 orang. Sedangkan, yang mengalami sakit tapi tak menjalani perawatan inap di rumah sakit mencapai 49 orang.

Adapun yang lainnya mengalami musibah kecelakaan dan harus dirawat jalan sebanyak 2 orang serta mengalami kecelakaan hingga harus dirawat inap mencapai 23 orang.

Dia menyebut jajaran pengawas yang mengalami musibah kebanyakan merupakan pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) sekitar 47 orang, pengawas tingkat kelurahan atau desa mencapai 26 orang, staf sebanyak 13 orang, dan Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) mencapai 7 orang.

Advertisement

"Beberapa bentuk musibah yang dialami jajaran pengawas pemilu itu antara lain, pingsan karena harus melakukan pengawas selama 24 jam, kecelakaan lalu lintas, bahkan ada juga jajaran pengawas di Jateng yang mengalami musibah tertabrak mobil," imbuh Sumanta.

Sumanta juga menyebut ada PTPS di Jateng yang harus merelakan janinnya karena mengalami keguguran akibat terlalu capek saat bertugas.

"Ada yang sudah pulih tapi ada juga yang masih dalam proses penyembuhan di rumah sakit," jelasnya.

Sumanta mengatakan Bawaslu Jateng menyampaikan duka yang dalam atas musibah yang dialami para pengawas pemilu itu. Bawaslu juga mengapresiasi kinerja para pengawas itu.

"Semua tugas, fungsi, dan wewenang sudah dilakukan secara maksimal oleh pengawas pemilu. Itu semua demi menjaga suara pemilih agar pemilu benar-benar bisa berjalan fair, jujur, dan adil," tutupnya.

Baca juga:
Lebih dari 90 Petugas KPPS Meninggal, Wapres JK Akan Evaluasi Keras Pemilu 2019
Sampaikan Belasungkawa, Jokowi Sebut Petugas KPPS Meninggal Pejuang Demokrasi
Petugas KPPS Meninggal Dunia di Sumsel Bertambah Jadi Enam Orang
'Kami Berbelasungkawa untuk Pahlawan Demokrasi yang Gugur pada Perjuangan Ini'
Lagi, Petugas KPPS di Cianjur Meninggal Dunia Akibat Kelelahan Kawal Pemilu
Data Terkini KPU: 90 Petugas KPPS Meninggal, 374 Orang Sakit

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.