LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

93 Hektare lahan dan hutan gambut di Kalbar hangus

Jumlah titik api berhasil terdeteksi berkat patroli rutin.

2016-07-12 22:39:33
Kebakaran Hutan
Advertisement

Tidak kurang sudah 93 hektare, lahan gambut dan hutan di Kalimantan Barat, hangus terbakar, sejak Januari 2016 hingga Selasa (12/7) siang. Juga sejak awal Januari lalu, 43 titik panas terpantau citra satelit, hingga siang tadi.

Puluhan titik panas di Kalimantan Barat yang sebagian besar merupakan titik api itu, tersebar di kota Pontianak, kabupaten Kubu Raya, kabupaten Sambas, kabupaten Sintang dan kabupaten Ketapang. Di antaranya terpantau di lahan dan hutan.

Musim kemarau disertai tingginya suhu udara secara umum di Kalimantan Barat, menjadi pemicu kebakaran lahan dan hutan. Meski demikian, 43 titik panas itu, dinilai lebih menurun dibanding medio Juli-September 2015 lalu, di mana tercatat total sekitar 373 titik panas di Kalimantan Barat.

Kesiagaan patroli berbagai pihak yang telah terbentuk sejak awal 2016, cukup efektif mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan tidak separah di 2015 lalu.

"Kita lihat efektifitasnya tim bersama ini sangat efektif ya. Sejak Januari sampai hari ini, memang tercatat total 43 titik (panas). Kita terus patroli terpadu, kita ubah sistem dibanding tahun lalu," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Suhadi SW, kepada wartawan di Pontianak, Selasa (12/7).

"Caranya, ya mengunjungi rumah ke rumah, sosialisasi pencegahan kebakaran lahan gambut," sebut Suhadi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Sustyo Iriono juga menjelaskan, terbakarnya lahan gambut di Kalimantan Barat, merupakan unsur kesengajaan.

"Ini adalah kesengajaan pemilik lahan. Sudah lama mereka mempersiapkan lahan. Tapi karena ada patroli, jadi mereka tidak bisa membakar (secara terbuka). Kita minta polisi segera penyelidikan dan pemeriksaan pelaku pembakaran," kata Sustyo.

"Kendala kita adalah air, jarak lokasi dan waktu kejadian," ujar Sustyo.

Dampak kebakaran hutan dan lahan gambut yang kembali marak ini juga mulai mengganggu kualitas udara di Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat. Di mana sebagian wilayah, terpantau mulai diselimuti kabut.

Baca juga:
Alat terbatas, kebakaran lahan di Kalbar dipadamkan dengan ember
Hotspot muncul di area bekas hutan dan lahan terbakar tahun lalu
Menteri Siti akui ada 3 lokasi lahan terbakar selama cuti Lebaran
Ada 35 titik api kebakaran hutan di seluruh Indonesia
Kebakaran hutan dan proyek Pantura jadi PR menahun

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.