8 Pasien Termasuk Seorang WN Denmark akan Dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar
Delapan pasien diobservasi secara intensif di beberapa rumah sakit di Bali, karena mengalami keluhan gejala mirip kasus corona atau Covid-19. Rencananya semua pasien akan dirujuk ke RS Sanglah.
Delapan pasien diobservasi secara intensif di beberapa rumah sakit di Bali, karena mengalami keluhan gejala mirip kasus corona atau Covid-19. Rencananya semua pasien akan dirujuk ke RS Sanglah. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menerangkan, delapan pasien itu termasuk satu warga Denmark yang dirawat di ke RSUD Mangusadha, Kabupaten Badung, Bali.
"Sekarang pasien ada delapan. (Karena) satu baru masuk," kata Suarjaya saat ditemui di Denpasar, Rabu (4/3).
Suarjaya menyampaikan, rencananya penanganan para pasien akan disentralkan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali. "Kita rencananya, menyatukan ini asal tempatnya (di Sanglah) sudah siap. Dan tim kami sudah menyiapkan sehingga semua proses itu kita satukan saja biar gampang monitornya," Imbuh Suarjaya.
Menurut Suarjaya, di RSUP Sanglah saat ini memiliki empat ruangan isolasi yang bisa dikembangkan menjadi 18 ruangan. "Tapi tergantung kesiapan Sanglah. Untuk kapasitasnya (ada) 18 itu," ujar Suarjaya.
Pemprov Bali Siapkan Anggaran Rp15 Miliar
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali I Dewa Made Indra menerangkan, Pemprov Bali telah menyediakan dana mitigasi untuk menangani wabah corona atau Covid-19 sebesar Rp15 miliar. Dana itu diambil dari biaya tidak terduga APBD tahun 2020.
"Kalau (andai) ada positif dan memerlukan pembiayaan, pemerintah daerah punya anggarannya. Namanya anggaran belanja tidak terduga itu bisa digunakan ada Rp15 miliar di APBD Provinsi Bali," kata Made Indra.
Dia menyebutkan saat ini belum ada biaya operasional dari pemerintah pusat untuk menangani virus corona. Karena di Bali masih negatif kasus virus corona.
"Yang ada sekarang ini, upaya pencegahan dilaksanakan oleh KKP dengan thermo scanner. Kemudian, rumah sakit dengan tugas-tugas rutinnya dan Dinas Kesehatan berjalan seperti biasa mereka punya anggaran untuk hal seperti itu," ujar Made Indra.
(mdk/cob)