78 Persen Narapidana di Lapas Sulsel Divaksinasi Covid-19
Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Sulawesi Selatan menggenjot program vaksinasi bagi narapidana di sejumlah rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan. Setidaknya sudah 8.325 narapidana di Sulsel sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Sulawesi Selatan menggenjot program vaksinasi bagi narapidana di sejumlah rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan. Setidaknya sudah 8.325 narapidana di Sulsel sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Sulsel, Adi Kurniadi mengatakan 78 persen Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Lapas dan Rutan di Sulsel sudah divaksin Covid-19. Edi merinci berdasarkan data pada 4 September, ada 10.647 orang WBP menghuni Lapas dan Rutan di Sulsel, sebanyak 8.325 orang sudah di vaksin Covid-19.
"Rinciannya, 4.283 orang telah divaksin dosis pertama dan 4.042 orang telah divaksin dosis lengkap (pertama dan kedua). Sisa 2.322 warga binaan yang belum divaksin," kata Adi melalui keterangan tertulisnya, senin (6/9).
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto menambahkan pihaknya akan mengupayakan seluruh warga binaan di lapas dan rutan di Sulsel mendapatkan vaksin Covid-19. Pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder agar sisa warga binaan bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.
"Sisa 2.322 WBP yang belum di vaksin akan segera kami koordinasikan dengan pihak terkait. Bagi WBP yang kurang sehat, saat ini dalam pengobatan agar mereka bisa divaksin juga," ujarnya.
Harun merinci dari 24 Lapas dan Rutan di Sulsel, ada 15 lapas dan Rutan yang capaian vaksinasinya di atas 85 persen yakni Rutan Pinrang, Bantaeng, Sidenreng Rappang, Watansoppeng, Malino, Sinjai, Barru,Enrekang, Pangkajene, Jeneponto, Sengkang dan Selayar.
"Kemudian Lapas Kelas I Makassar, Takalar, dan Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa," ungkapnya.
Harun menegaskan program vaksinasi dilakukan sebagai ikhtiar agar warga binaan terhindar dari Covid-19. Selain itu pihaknya memonitor dan mengevaluasi penerapan prokes Covid-19 di lapas dan rutan.
Sementara itu, Juru Bicara Makassar Recover, Henni Handayani mengatakan berdasarkan data vaksinasi Dinas Kesehatan Makassar per tanggal 1 September 2021, telah mencapai 50,06 persen untuk dosis pertama atau menyasar 551.879 orang. Sementara telah mendapatkan vaksin penuh mencapai angka 31,77 persen atau 350.247 warga Makassar.
"Vaksinasi ini menyasar semua kalangan masyarakat seperti tenaga kesehatan, tenaga pendidik, petugas publik, lansia, pedagang pasar, masyarakat umum, kaum difabel serta pelajar dan mahasiswa," ujarnya.
Salah satu langkah untuk melawan Covid-19 adalah vaksin. Henni mengatakan pemerintah kota Makassar akan terus mengenjot vaksinasi dengan melibatkan sejumlah pihak.
"Semoga stok vaksin terus tersedia, karena ini salah satu jalan untuk melawan Covid-19 dengan herd immunity. Pemkot Makassar akan terus memaksimalkan agenda vaksinasi ini dengan melibatkan sejumlah pihak seperti IDI, PMI, Ormas dan Kepemudaan," pungkasannya.
Baca juga:
Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Kesehatan di Kendari Capai 47 Persen
Penelitian: Air Susu dari Ibu yang Telah Divaksinasi Mengandung Antibodi Covid
Stiker Sertifikat Vaksin untuk Menarik Pembeli
Jokowi Minta Seluruh Penonton PON XX Papua Harus Sudah Vaksinasi
Update Jumlah Penerima Vaksin Covid-19 di RI per 5 September 2021