LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

75 Persen terumbu karang di laut Sumatera Barat rusak

Keberadaan terumbu karang di perairan laut Sumatera Barat (Sumbar) semakin mengkhawatirkan. Kini hanya 25 persen terumbu karang yang masih dalam kondisi baik. Sedangkan sisanya 75 persen mengalami kerusakan. Kerusakan tersebar pada beberapa titik kawasan perairan Sumbar yang luasnya mencapai 186.500 Km2.

2017-10-17 12:44:08
kelautan
Advertisement

Keberadaan terumbu karang di perairan laut Sumatera Barat (Sumbar) semakin mengkhawatirkan. Kini hanya 25 persen terumbu karang yang masih dalam kondisi baik. Sedangkan sisanya 75 persen mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebar pada beberapa titik kawasan perairan Sumbar yang luasnya mencapai 186.500 Km2. Ini diakui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DPK) Sumbar, Yosmeri di Padang, Selasa (17/10).

"Salah satu penyebab kerusakan dipicu coral bleaching atau pemutihan karang yang terjadi akibat naiknya suhu air laut pada tahun 2015-2016 lalu," kata Yosmeri.

Advertisement

Selain pemutihan karang, penangkapan ikan tak ramah lingkungan juga menjadi salah satu penyebab rusaknya habitat terumbu karang. Padahal terumbu karang sangat berperan untuk mereduksi sinar matahari. Sehingga, suhu bawah laut tetap terjaga dan biota laut dapat hidup dan berkembang dengan baik. "Makanya, kondisi ini harus kembali diperbaiki," jelasnya.

Salah satu cara mengantisipasi kerusakan terumbu karang adalah dengan melakukan penanaman kembali di sejumlah lokasi perairan. Tahun ini, Pemprov Sumbar mengaku telah melakukan penanaman kembali 3.900 bibit terumbu karang. Bibit terumbu karang ditanam di kawasan perairan pulau Pigago Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat. Kemudian di perairan Pesisir Selatan. Sedangkan masa perbaikan terumbu karang itu sendiri membutuhkan waktu sekitar 1 tahun.

"Kita juga telah melakukan transpalasi terumbu karang di beberapa pulau. Tapi, memang tidak banyak. Sebab, dana yang dibutuhkan sangat besar," katanya.

Advertisement

Dia menambahkan, PT Pertamina (Persero) melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Minangkabau juga menyumbang Rp 200 juta untuk pemulihan terumbu karang di perairan laut Pariaman.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.