LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

7 tahun direhabilitasi, 10 orangutan di Kutai Timur segera dilepasliarkan

10 orangutan ini sebelumnya berada di lokasi pusat reintronduksi Orangutan milik BOS, di Samboja, Kutai Kartanegara

2017-09-06 03:00:00
Orangutan
Advertisement

Sepuluh individu Orangutan Kalimantan Timur (Pongo Pygmaeus Morio), segera dilepasliarkan ke alam bebas. Ini dilakukan usai sepuluh orangutan itu menjalani proses rehabilitasi hingga tujuh tahun. Pada Selasa (5/9) sepuluh orangutan terlebih dulu dilepasliarkan ke area hutan konservasi, seluas 82,84 hektare di kecamatan Muara Wahau, kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

"Tujuannya, lebih mempersiapkan orangutan ini sebelum dilepasliarkan ke hutan, di alam bebas," kata CEO Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Jamartin Sihite, Selasa (5/9).

Area konservasi atau pulau itu, menurut Jamartin, merupakan pulau pra pelepasliaran, milik perusahaan sawit PT Nusantara Agro Sawit (NAS).

"10 orangutan ini, sebelumnya berada di lokasi pusat reintronduksi Orangutan milik BOS, di Samboja, Kutai Kartanegara," ujar Jamartin.

Dia menerangkan, proses rehabilitasi Orangutan memang memakan waktu tidak sebentar, berkisar 7-8 tahun.

"Di Samboja Leatari, proses rehabilitasi dimulai di Nursery, dan melalui tingkatan mirip seperti sekolah manusia, yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan dasar bertahan hidup di habitat aslinya," tambah Jamartin.

Di area konservasi PT NAS disertai pemantauan itu, kesepuluh Orangutan rencananya akan ditempatkan selama satu tahun mendatang. "Di 2018 nanti, kita akan lepasliarkan di alam bebas, di hutan Kehje Sewen, juga di Kutai Timur," sebutnya.

Saat ini, lanjut Jamartin, masih ada sekitar 100 individu Orangutan, yang masih menjalani rehabilitasi, di Samboja.

"Kalau hutan tetap dirusak, dibuka, dan dialihfungsikan, satwa liar seperti orangutan akan terus-menerus diburu dan terusir ke luar. Kita harus lindungi satwa liar dari kepunahan," kata Kepala BKSDA Kalimantan Timur, Sunandar Trigunajasa.(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.