7 Sipir di Surabaya diciduk Saber Pungli terlibat kasus narkoba
7 Sipir di Surabaya diciduk Saber Pungli terlibat kasus narkoba. Kanwil Kemenkumham Jawa Timur akan berkoordinasi dengan BNN Provinsi Jawa Timur. Sebab, yang mempunyai data teknologi hanya BNN.
Terkait informasi 12 petugas sipir Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya, di Kelurahan Medaeng, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, langsung direspon Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Timur, Budi Sulaksana.
Namun, dia membantah, kalau 12 petugas sipir itu ditangkap oleh tim Saber Pungli. "Bukan 12 petugas sipir. Tapi, ada 7 orang petugas yang diamankan untuk diperiksa," terang Budi Sulaksana, dalam keterangan pers, di Jalan Raya Kayoon, Surabaya, Senin (20/2).
Tujuh orang yang diamankan itu untuk menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik terkait peredaran narkoba. Sebab, ketujuh orang yang sampai sekarang tidak disebutkan identitasnya itu, diduga ikut terlibat peredaran narkoba dalam rutan.
"Tujuh sipir ini diperiksa diindikasikan terlibat peredaran narkoba di dalam Rutan Medaeng. Karena, tujuh petugas yang sampai sekarang masih diperiksa itu sudah masuk daftar dari BNN Provinsi Jawa Timur," jelas Budi.
"Masuk daftar BNN. Karena semua informasi bahwa ketujuh petugas sipir ini dari petugas BNN. Maka kita tindak lanjuti untuk memeriksanya," tambah Budi.
Dia juga mengakui, kalau sudah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang petugas sipir itu sudah satu minggu. Namun, tidak membuahkan hasil, karena saat diperiksa tidak mengakui.
"Belum lagi hasil tes urinenya itu negatif. Ini yang membuat kesulitan untuk mengetahui keterlibatan tujuh petugas sipir itu seperti apa dan bagaimana," ujar dia.
Untuk mengetahui hal tersebut, pihak Kanwil Kemenkumham Jawa Timur akan berkoordinasi dengan BNN Provinsi Jawa Timur. Sebab, yang mempunyai data teknologi hanya BNN.
"Nanti kita akan fasilitasi membantu BNN. Agar melakukan pemeriksaan terhadap tujuh petugas sipir. Karena BNN ini yang mempunyai data dan mengetahui keterlibatannya sampai dimana dalam peredaran narkoba di lingkungan Rutan Medaeng," pungkas dia.
(mdk/rhm)