LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

7 Makelar ikan jadi korban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Sejak Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap di padepokannya sejumlah pihak mulai mengaku menjadi korban. Sejumlah nelayan di Jembrana Bali, juga mulai menyebut-nyebut nama padepokan sesat tersebut. Dikabarkan ada tujuh nelayan di pesisir Desa Pengambengan, Negara, Kabupaten Jembrana, tertipu penggandaan uang.

2016-10-03 03:00:00
Dimas Kanjeng
Advertisement

Sejak Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap di padepokannya sejumlah pihak mulai mengaku menjadi korban. Sejumlah nelayan di Jembrana Bali, juga mulai menyebut-nyebut nama padepokan sesat tersebut.

Dikabarkan ada tujuh nelayan di pesisir Desa Pengambengan, Negara, Kabupaten Jembrana, tertipu penggandaan uang. Kabarnya, total kerugian yang dialami para nelayan ini cukup besar.

"Mereka yang tertipu ini bukan nelayan yang biasa melaut cari ikan. Tetapi para makelar ikan," tutur salah seorang nelayan di kawasan ini.

Perbekel Pengambengan Samsul Anam mengakui kabar warganya yang merupakan nelayan setempat menjadi korban Taat. Tetapi pihaknya sangat menyayangkan ketujuh warganya yang menjadi korban penipuan itu sampai saat ini tidak melapor ke polisi.

"Ya tidak perlu malu lah, apalagi sudah jelas itu penipuan dan warga kami ini jadi korbannya. Sangat saya sayangkan kalau justru hanya jadi cerita obrolan saja tetapi tidak berani untuk melapor. Setidaknya itu bisa ditindaklanjuti," ujar Anam.

Dengan tidak adanya laporan secara resmi kepada pihaknya, ia pun enggan menyebutkan nama-nama warganya yang menjadi korban penipuan itu. Dia memastikan dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti oleh perangkat desa dan banjar baru tujuh orang warganya yang menjadi korban.

Pihaknya pun berencana akan melakukan pengecekan secara langsung siapa saja jadi korban pemilik padepokan yang kini terjerat kasus pembunuhan terhadap dua santrinya itu. Dia akan memberikan pengertian kepada warganya sehingga bersedia terbuka kepada aparat desa.

Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo mengaku masih melakukan penyelidikan termasuk mengumpulkan keterangan dari warga terkait kabar tujuh nelayan yang pernah menjadi korban. "Kami sedang mengumpulkan data tersebut," katanya melalui telepon.

Baca juga:
Mengungkap ritual mistis penggandaan uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Pengakuan blak-blakan istri Gani soal padepokan Dimas Kanjeng
Dimas Kanjeng pakai air dan bolpoin sakti untuk datangkan uang gaib
Polda Sulsel selidiki 2.180 orang korban penipuan Taat Pribadi
Cerita Dimas Kanjeng buka praktik penggandaan uang sistem MLM
Ini video kebohongan Dimas Kanjeng saat gandakan uang
Polri: Kalau ada orang bisa melipatgandakan uang itu bohong!

Advertisement
(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.